BPDP Buka Call for Proposal Lomba Riset Mahasiswa 2026–2027 untuk Sawit, Kelapa, dan Kakao

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.
BPDP membuka pendanaan riset mahasiswa 2026–2027 dengan tujuh bidang prioritas untuk inovasi pada kelapa sawit, kelapa, dan kakao; pengajuan proposal dibuka hingga 30 Oktober 2026.
(2026/07/29) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka Call for Proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026–2027 untuk pendanaan penelitian mahasiswa vokasi dan S1 di seluruh Indonesia, dengan fokus pada inovasi kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
BPDP menyatakan program ini bertujuan mengasah kemampuan mahasiswa dalam menerapkan sains dan teknologi untuk menghasilkan solusi nyata bagi pengembangan sektor perkebunan. Pengumuman resmi lembaga memosisikan lomba riset sebagai bagian dari dukungan pendanaan penelitian dan pengembangan serta upaya membangun ekosistem riset sejak dini.
Pengajuan proposal dibuka mulai 1 Agustus hingga 30 Oktober 2026 melalui laman lombariset.bpdp.or.id, menurut dokumen pengumuman Nomor PENG-4/BPDP/2026 yang dirilis 27 Juli 2026. Buku Panduan Teknis yang memuat persyaratan, kriteria, format, dan mekanisme pengajuan tersedia di situs BPDP, dan lembaga berencana menggelar webinar sosialisasi dengan jadwal yang diumumkan di laman resminya.
- Inovasi dan Kolaborasi di Industri Sawit, Pabrik SPOT Segera Hadir (14 April 2026)
- Airlangga Tekankan Riset untuk Perkuat Implementasi B50 dan Dorong Hilirisasi Sawit (26 Juli 2026)
- Inovasi Energi Terbarukan dan Ekonomi Sirkular dalam Industri Sawit (16 April 2026)
- Inovasi Sawit untuk Infrastruktur dan Citra Positif Industri (25 April 2026)
Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman menyampaikan bahwa program ini diharapkan mendorong lahirnya inovasi yang memperkuat daya saing sektor perkebunan nasional serta menjawab tantangan budidaya, pengolahan, dan hilirisasi produk. Eddy menekankan pula tujuan pengembangan penelitian yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan sektor perkebunan.
BPDP menetapkan tujuh bidang riset prioritas yang dapat dipilih peserta, yakni bioenergi; biomaterial dan oleokimia; pangan, pakan, dan kesehatan; lahan, tanah, dan budidaya; pascapanen dan pengolahan; pengelolaan limbah dan lingkungan; serta sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan teknologi informasi. Setiap bidang mencakup topik untuk tiga komoditas target: kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
Untuk kelapa sawit, dokumen pengumuman mendorong riset pada pengembangan bioenergi berbasis minyak sawit dan biomassa, produk oleokimia bernilai tambah, pangan fungsional, teknologi budidaya modern, serta sistem panen dan pascapanen berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Selain itu, BPDP membuka ruang penelitian pada pengelolaan limbah, pengurangan emisi gas rumah kaca, traceability, dan kajian sosial ekonomi tentang keberlanjutan industri sawit Indonesia.
Pada komoditas kelapa, ruang lingkup penelitian meliputi pengembangan biofuel, pemanfaatan biomassa menjadi produk bernilai tambah, inovasi pangan fungsional, modernisasi panen dan pascapanen, optimalisasi limbah, serta transformasi digital untuk meningkatkan daya saing industri kelapa. Sementara untuk kakao, BPDP mengarahkan penelitian pada biomaterial, pangan, budidaya adaptif iklim, teknologi pascapanen, hilirisasi, penguatan rantai nilai, serta pemanfaatan AI dan big data dalam pengembangan sektor kakao.
BPDP juga menyebut topik nonteknis yang mendapat perhatian, termasuk kajian strategi membangun citra komoditas sawit di kalangan generasi muda serta kajian implementasi sertifikasi seperti ISPO, RSPO, ISCC, dan ketentuan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Peserta dapat mengakses dokumen pengumuman lengkap melalui tautan yang dipublikasikan BPDP untuk rincian teknis dan persyaratan administrasi.
Sumber: