BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Tata Kelola & Pengawasan

BPDP Didorong Perluas Program SDM untuk Daya Saing Industri Sawit

29 Maret 2026|Pengembangan SDM Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
BPDP Didorong Perluas Program SDM untuk Daya Saing Industri Sawit

Para peserta pelatihan panen sawit di Merauke, Papua, sedang memanen buah kelapa sawit dengan teknik yang benar.

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelapa sawit sangat penting untuk meningkatkan daya saing industri di pasar global, kata para pemangku kepentingan.

(2026/03/29) Permintaan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam industri kelapa sawit semakin mendesak di tengah tantangan kompleksitas industri yang berkembang pesat. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) diminta untuk memperluas program edukasi dan pelatihan guna meningkatkan keterampilan petani dan pekerja di sektor ini.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai langkah untuk menghadapi persaingan global. Dalam beberapa tahun terakhir, industri sawit Indonesia menghadapi tekanan dari berbagai sisi, termasuk tuntutan akan praktik berkelanjutan dan efisiensi produksi yang lebih tinggi.

Menurut data, kebutuhan akan tenaga kerja terampil dalam industri kelapa sawit meningkat seiring dengan kompleksitas proses produksi dan pengolahan. Para pemangku kepentingan, termasuk Asosiasi Pengusaha Sawit Indonesia (PASPI), menyatakan bahwa pengembangan SDM merupakan kunci untuk menjaga daya saing Indonesia di pasar internasional. "Kita harus memastikan bahwa pekerja kita dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk beradaptasi dengan perubahan industri," ungkap seorang narasumber dari PASPI.

Data dari BPDP menunjukkan bahwa investasi dalam program pengembangan SDM dapat menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Misalnya, sektor yang telah menerapkan pelatihan keterampilan baru melaporkan peningkatan output hingga 30% dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, program edukasi yang lebih luas diharapkan dapat mengurangi angka kehilangan hasil panen yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan teknis di kalangan petani.

Ke depan, para ahli memperkirakan bahwa sektor kelapa sawit akan semakin berfokus pada inovasi dan keberlanjutan. Oleh karena itu, pelatihan yang sesuai dan pemanfaatan teknologi baru menjadi sangat penting. BPDP dan asosiasi terkait diharapkan dapat merangkul lebih banyak pemangku kepentingan untuk menciptakan sinergi dalam program pengembangan SDM ini.

Dengan adanya dorongan ini, sektor sawit diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi juga berkompetisi dengan negara-negara produsen lainnya di dunia. "Kami percaya bahwa dengan SDM yang kuat, industri sawit Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam hal kualitas dan keberlanjutan," ujar seorang perwakilan dari GAPKI.

Sumber: