BPDP Kementerian Keuangan Perkuat Sektor Sawit untuk Ketahanan Pangan

Petani kelapa sawit mengikuti pelatihan BPDP untuk meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan tanaman dan hasil panen.
BPDP Kementerian Keuangan memperkuat sektor sawit untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM melalui berbagai program di Madina dan Labuhanbatu.
(2026/04/15) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan mengumumkan komitmennya dalam memperkuat sektor sawit untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM. Dukungan ini disampaikan dalam dua kegiatan berbeda yang berlangsung di Kabupaten Labuhanbatu dan Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Dalam kegiatan di Labuhanbatu pada 9 April 2026, BPDP melakukan praktik pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak dan pembuatan biochar serta tankos skala UMKM. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan petani sawit plasma, pengurus koperasi, dan pelaku UMKM. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung program SISKA yang mengedepankan pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan produk sampingan dari kelapa sawit.
Di sisi lain, pada 14 April 2026, Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, bertemu dengan Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin. Pertemuan ini membahas penguatan sektor sawit di Kabupaten Madina, termasuk optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi petani sawit. Diskusi ini dinilai sangat penting, mengingat sektor perkebunan sawit memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian daerah.
- Kejagung Geledah Ombudsman Terkait Kasus Perintangan Penyidikan CPO (9 Maret 2026)
- Kebijakan B50 dan Pembangunan Sawit Hijau di Papua: Langkah Menuju Kemandirian Energi (5 April 2026)
- Reformasi Kebijakan Sawit: Dari Keberlanjutan hingga Infrastruktur (8 Maret 2026)
- Kebijakan dan Penegakan Hukum dalam Industri Kelapa Sawit: Dari Dukungan PAD hingga Penggeledahan Kasus Korupsi (2 Maret 2026)
Saipullah menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas petani sawit. Dengan adanya kolaborasi antara BPDP dan pemerintah daerah, diharapkan sektor sawit dapat berkontribusi lebih maksimal terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan petani melalui UMKM.
Penguatan sektor sawit melalui inisiatif BPDP juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan daerah dari sektor perkebunan. Dalam konteks ini, BPDP berperan sebagai lembaga yang mendukung berbagai program dan kegiatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Ke depan, langkah-langkah ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan potensi sawit secara optimal.
Dengan komitmen yang kuat dari BPDP dan dukungan dari pemerintah daerah, ada harapan bahwa sektor sawit dapat berfungsi bukan hanya sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai pilar utama dalam ketahanan pangan nasional. Apakah langkah-langkah ini cukup untuk menghadapi tantangan yang ada? Waktu yang akan menjawab.
Sumber: