GAPKI Terima PAACLA Award 2025 dalam Upaya Melawan Pekerja Anak

Satgas PKH melakukan pengawasan di kawasan hutan untuk penyitaan lahan sawit ilegal di Indonesia.
GAPKI mendapatkan penghargaan dari PAACLA sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam memerangi praktik pekerja anak di sektor kelapa sawit.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berhasil meraih Special Award dari PAACLA (Partnership for Action Against Child Labour in Agriculture) pada peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak yang jatuh pada 12 Juni. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas upaya GAPKI dalam mempromosikan praktik pertanian yang bebas dari pekerja anak, sebuah isu yang masih menjadi tantangan global.
PAACLA sendiri merupakan inisiatif dari Pemerintah Indonesia, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) bersama berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dalam laporan tahun 2025, International Labour Organisation (ILO) mencatat bahwa masih terdapat sekitar 138 juta pekerja anak di seluruh dunia, dengan 61% di antaranya berasal dari daerah pedesaan. Angka ini menunjukkan betapa mendesaknya upaya untuk memberantas praktik ini, terutama di sektor pertanian yang sering kali menjadi tempat kerja anak-anak.
Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM, Sumarjono Saragih, yang hadir dalam acara pemberian penghargaan tersebut di Hotel Arya Duta Jakarta, menyatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga merupakan dorongan bagi GAPKI untuk terus berkomitmen dalam menciptakan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan etis. “Sawit bukan saja tanpa pekerja anak, tetapi juga harus memastikan hak-hak pekerja dewasa diakui dan dilindungi,” tegas Saragih.
- Kementerian Pertanian Perkuat ISPO untuk Keberlanjutan dan Daya Saing Sawit Indonesia (5 Maret 2026)
- Kebijakan Sawit Berkelanjutan di Tengah Tantangan Pajak dan Ekspor (12 Maret 2026)
- Kebijakan dan Penegakan Hukum dalam Industri Kelapa Sawit: Dari Dukungan PAD hingga Penggeledahan Kasus Korupsi (2 Maret 2026)
- Mamuju Tengah Siapkan Infrastruktur Sawit dan Data Kelapa Sawit Terpadu (4 April 2026)
Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan anak di sektor pertanian. GAPKI berkomitmen untuk terus menggandeng berbagai pihak dalam memerangi pekerja anak, serta memastikan bahwa produksi kelapa sawit di Indonesia dilakukan secara bertanggung jawab. Melalui program-program edukasi dan pelatihan, GAPKI berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di komunitas petani.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan isu pekerja anak, GAPKI berupaya menjadi pelopor dalam industri yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga bertanggung jawab sosial. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dan berbagai organisasi internasional yang berupaya menghapuskan pekerja anak dari sektor pertanian dan memastikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Keberhasilan GAPKI dalam meraih PAACLA Award 2025 merupakan langkah positif yang menunjukkan bahwa industri kelapa sawit di Indonesia semakin menyadari pentingnya tanggung jawab sosial dan berkomitmen untuk mewujudkannya. Dengan dukungan semua pihak, harapan untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari pekerja anak di sektor pertanian bukanlah hal yang mustahil.
Sumber:
- GAPKI Raih PAACLA Award 2025 dalam Hari Dunia Menentang Pekerja Anak — Media Perkebunan (2025-06-13)
- Atas Dedikasinya Promosikan Sawit Tanpa Pekerja Anak, GAPKI Raih PAACLA Award 2025 — Sawit Indonesia (2025-06-13)
- Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, GAPKI Raih PAACLA Award 2025 — Agrofarm (2025-06-13)