GAPKI Usulkan Skema Jaminan Hidup untuk Peremajaan Sawit Rakyat

Para petani mengikuti pelatihan literasi sawit oleh BPDP di kebun kelapa sawit untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.
GAPKI mendesak penerapan skema jaminan hidup bagi petani untuk mempercepat peremajaan sawit rakyat yang terhambat oleh ketidakberanian petani menebang pohon tua.
(2026/03/31) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendesak penerapan skema jaminan hidup bagi petani dalam upaya mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang saat ini mengalami stagnasi. Ketidakberanian petani untuk menebang pohon sawit tua menjadi salah satu faktor utama terhambatnya program ini.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membahas solusi yang diperlukan agar program peremajaan ini bisa berjalan dengan baik. Menurut Eddy, kondisi ekonomi yang tidak mendukung membuat para petani enggan untuk menebang pohon sawit yang sudah tidak produktif. Padahal, produktivitas sawit nasional sangat bergantung pada keberhasilan program ini.
Pada tahun 2025, produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia tercatat mencapai 51 juta ton, sementara total produksi minyak sawit nasional, termasuk Palm Kernel Oil (PKO), mencapai 56 juta ton. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan jika program PSR dapat dilaksanakan secara efektif.
- Transformasi dan Tantangan Sektor Kelapa Sawit di Indonesia: Inovasi dan Kesejahteraan Petani (23 Februari 2026)
- Tantangan dan Peluang dalam Peremajaan Sawit Rakyat di Indonesia (23 Februari 2026)
- Kehidupan Petani Sawit: Dari Replanting hingga Peningkatan Kesejahteraan (23 Februari 2026)
- Program Replanting Sawit: Meningkatkan Produktivitas Petani Melalui Dukungan Pemerintah (22 Februari 2026)
Stagnasi ini juga diperparah dengan kurangnya insentif bagi petani yang bersedia melakukan peremajaan. GAPKI mengusulkan agar pemerintah memberikan dukungan pendapatan sementara bagi mereka yang terlibat dalam program ini. Selain itu, sistem tumpangsari juga diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas tanpa membebani ekonomi harian para pekebun.
Dalam konteks ini, GAPKI juga mengusulkan agar peremajaan sawit rakyat menjadi kewajiban (mandatory), terutama dalam rangka menghadapi target penggunaan biodiesel B50. Langkah ini diharapkan dapat mendorong petani untuk lebih berpartisipasi dalam program peremajaan, sehingga produktivitas sawit nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.
Melihat kondisi ini, proyeksi ke depan menunjukkan bahwa jika skema jaminan hidup bagi petani diterapkan, partisipasi dalam program PSR bisa meningkat. Hal ini akan berdampak positif tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi industri sawit secara keseluruhan.
βKami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan usulan ini dengan serius, karena keberhasilan program peremajaan sangat penting untuk masa depan industri sawit dan kesejahteraan petani,β ujar Eddy.
Sumber:
- GAPKI Desak Skema Jaminan Hidup Petani Agar Peremajaan Sawit Rakyat Jalan Lagi β
- #haisawitindonesia #beritasawit #sawitbaik | Hai Sawit Indonesia β https://www.linkedin.com/posts/haisawit_haisawitindonesia-beritasawit-sawitbaik-activity-7444671604904583169-Yp9j
- Petani Enggan Tebang Sawit Tua, Program Peremajaan Terhambat β https://money.kompas.com/read/2026/03/11/210000726/petani-enggan-tebang-sawit-tua-program-peremajaan-terhambat
- Gapki Usul Mandatory Peremajaan Sawit Rakyat untuk Antisipasi B50 β https://ekonomi.bisnis.com/read/20260312/12/1959829/gapki-usul-mandatory-peremajaan-sawit-rakyat-untuk-antisipasi-b50