Harga CPO Diproyeksi Meningkat Hingga USD 1.783 pada Juni 2026

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga CPO diproyeksi meningkat tajam hingga mencapai USD 1.783 pada Juni 2026, didorong oleh lonjakan harga energi global.
(2026/04/04) Indonesia menyaksikan proyeksi harga crude palm oil (CPO) yang akan meningkat signifikan hingga mencapai USD 1.783 per ton pada Juni 2026. Proyeksi ini disampaikan oleh Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) dan didorong oleh lonjakan harga energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan harga CPO ini diprediksi akan terjadi secara bertahap, dimulai dari harga sekitar USD 1.165 per ton pada Maret 2026, yang kemudian diproyeksikan naik menjadi USD 1.440 per ton pada April 2026, dan terus meningkat menjadi USD 1.701 per ton pada Mei 2026. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang semakin kuat antara pasar minyak sawit dan pasar energi global, di mana kenaikan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan harga biodiesel dan, pada gilirannya, harga CPO.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa penguatan harga CPO tidak hanya dipicu oleh faktor-faktor geopolitik, tetapi juga oleh meningkatnya permintaan global untuk biodiesel. Dengan adanya kebijakan B50 yang mendorong penggunaan biodiesel di Indonesia, para ekonom memprediksi harga CPO dapat menembus angka USD 1.000 per ton dalam waktu dekat.
- Harga TBS dan CPO di Jambi Meningkat Signifikan Awal April 2026 (3 April 2026)
- Harga CPO Naik 0,88% di Tengah Produksi Sawit yang Melambat (30 Maret 2026)
- Kinerja CPO Positif 2026, Petani Minta Cangkang Dihitung dalam Harga (29 Maret 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
Meski ada proyeksi kenaikan, beberapa analis juga mengingatkan bahwa tren harga CPO tidak selalu linier. Terdapat juga prediksi bahwa dalam jangka waktu tertentu, harga CPO bisa mengalami penurunan akibat fluktuasi permintaan dan pasokan global. Beberapa laporan menyebutkan bahwa terdapat kemungkinan harga CPO akan turun pada tahun 2025-2026, tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan yang diterapkan.
Dengan situasi yang dinamis ini, pelaku industri sawit diharapkan dapat memantau perkembangan pasar secara berkala. Proyeksi yang menunjukkan harga CPO naik tajam hingga Juni 2026 menjadi sinyal positif bagi industri sawit, meskipun tantangan tetap ada, termasuk ketidakpastian dalam kebijakan dan permintaan global. Sebagaimana ungkap salah satu ekonom, "Kenaikan harga ini memberikan peluang bagi petani dan pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas dan investasi di sektor sawit."
Sumber:
- Harga CPO Diproyeksi Tembus USD 1.783 pada Juni 2026 โ Hortus
- Ekonom Proyeksi Harga CPO Berpotensi Tembus US$1.000 per ... โ https://ekonomi.bisnis.com/read/20251028/99/1924078/ekonom-proyeksi-harga-cpo-berpotensi-tembus-us1000-per-ton-imbas-b50
- Harga CPO Diproyeksi Turun pada 2025-2026 โ https://data.goodstats.id/statistic/harga-cpo-diproyeksi-turun-pada-2025-2026-5Phcl
- Harga CPO Diproyeksi Naik Tajam hingga Juni 2026 ... โ https://industri.kontan.co.id/news/harga-cpo-diproyeksi-naik-tajam-hingga-juni-2026-dipicu-kenaikan-energi-global