Harga CPO Tembus RM4.500 per Ton di Tengah Ketegangan Global

Bendera Malaysia berkibar di tengah kota sebagai simbol kolaborasi pemerintah dan MPOB dalam industri kelapa sawit regional.
Harga CPO di Bursa Malaysia mencapai RM4.500 per ton, tertinggi sejak Oktober, didorong oleh ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi.
(2026/03/10) Harga kontrak berjangka crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia mengalami lonjakan signifikan, menembus RM4.500 per ton pada perdagangan terbaru. Kenaikan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah dan peningkatan harga energi global.
Kenaikan harga CPO sangat penting bagi industri sawit Indonesia, yang merupakan salah satu penghasil utama minyak sawit di dunia. Dengan harga yang kini berada di level tertinggi sejak Oktober tahun lalu, para pelaku pasar berharap dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan profitabilitas. Menurut data, harga CPO di Bursa Malaysia tercatat mencapai RM4.592 per ton, meningkat sekitar 10% dari minggu sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pasar minyak sawit global masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal.
Dalam konteks domestik, petani sawit di Indonesia, terutama yang terlibat dalam perkebunan swadaya, turut merasakan dampak positif dari kenaikan harga ini. Di Provinsi Riau, misalnya, harga kelapa sawit untuk petani mitra swadaya meningkat menjadi Rp3.682,22/kg, naik 3,65% dari periode sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh harga CPO yang juga mengalami peningkatan sebesar Rp570,56/kg.
- Ekspor CPO Meningkat 26,4% ke US$4,69 Miliar di Awal 2026 (2 April 2026)
- Harga Sawit Jambi Mencapai Rp3.669 per Kg di Pabrik (30 Maret 2026)
- Harga CPO Naik Dorong Laba Cisadane Sawit Raya dan Saham Perkebunan Menguat (28 Maret 2026)
- Harga CPO Naik Menjadi Rp16.050 per Kg, Proyeksi Kenaikan Berlanjut (31 Maret 2026)
Selain itu, ada wacana untuk meningkatkan campuran FAME dalam biodiesel hingga mencapai B50, yang akan meningkatkan permintaan akan CPO. Namun, kebutuhan FAME yang meningkat ini menghadapi tantangan, karena produksi CPO nasional stagnan di kisaran 46,55 juta ton per tahun. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait ketersediaan pasokan untuk mendukung kebijakan energi tersebut.
Di sisi lain, gangguan distribusi akibat konflik geopolitik juga berkontribusi pada kenaikan harga CPO. Trader dari Iceberg X Sdn Bhd menyebutkan bahwa pasar energi yang bergejolak memberikan dorongan kuat terhadap pergerakan harga minyak sawit. Meskipun harga saat ini menunjukkan tren positif, investor tetap diingatkan untuk berhati-hati mengingat ketidakpastian yang mungkin terjadi akibat fluktuasi harga energi.
Proyeksi untuk masa depan menunjukkan bahwa harga CPO mungkin akan tetap volatile, tergantung pada perkembangan geopolitik dan dinamika pasar energi global. Namun, bagi para pelaku industri sawit, periode ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi mereka di pasar internasional dan meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia.
Dari perspektif yang lebih luas, minyak sawit mentah berperan vital dalam menjaga stabilitas harga pangan global. Dengan produktivitas yang tinggi, minyak sawit menjadi salah satu komoditas nabati yang paling ekonomis, membantu memenuhi kebutuhan pangan dan energi dunia. Dengan harga yang meningkat, diharapkan para petani dan pelaku industri dapat meraih manfaat lebih besar untuk mendukung keberlanjutan industri sawit di Indonesia.
Sumber:
- Harga CPO Bursa Malaysia Tembus RM4.500 per ton, Tertinggi Sejak Oktober โ Info Sawit (2026-03-10)
- Kenaikan Harga CPO dan Wacana B50 Diprediksi Membawa Berkah Bagi DSNG โ Kontan (2026-03-10)
- Harga CPO dan Kernel Kembali Kerek Harga Sawit Swadaya Riau โ Elaeis (2026-03-10)
- Geopolitical conflict lifts CPO price by 10pct to RM4,592 per tonne from last week โ NST Malaysia (2026-03-10)
- Harga CPO KPBN Inacom Wthdraw Pada Senin (9 per 3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Tembus RM4.500 per ton โ Info Sawit (2026-03-10)
- Peran Strategis Minyak Sawit dalam Menjaga Keterjangkauan Harga Pangan Dunia โ Hai Sawit (2026-03-10)
- CPO Futures Close Lower On Crude Oil Decline โ Bernama (2026-03-10)