BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO Turun, Stok Minyak Sawit Malaysia Mencapai Titik Terendah

22 Februari 2026|Penurunan Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Turun, Stok Minyak Sawit Malaysia Mencapai Titik Terendah

Pabrik kelapa sawit ini menghasilkan limbah POME yang mencemari lahan, menunjukkan dampak negatif industri terhadap lingkungan.

Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan di Indonesia, sementara stok minyak sawit Malaysia diperkirakan mencapai level terendah dalam dua tahun, mempengaruhi pasar secara keseluruhan.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia tercatat mengalami penurunan pada tanggal 24 Februari 2025. PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom menetapkan harga CPO sebesar Rp. 15.275 per kilogram, turun 0,97% atau sekitar Rp. 150 dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp. 15.425 per kilogram. Penurunan harga ini juga sejalan dengan pergerakan harga di Bursa Malaysia, di mana harga kontrak minyak sawit berjangka turun lebih dari 1% akibat melemahnya harga minyak nabati di pasar Dalian dan Chicago, serta permintaan yang lemah dari India, sebagai salah satu pembeli utama.

Di sisi lain, stok minyak sawit Malaysia diprediksi akan menyusut hingga 1,5 juta ton pada akhir Februari 2025, yang merupakan level terendah dalam hampir dua tahun. Penurunan ini dipicu oleh banjir yang mengganggu produksi minyak sawit, di samping permintaan yang meningkat menjelang bulan Ramadan. Ahmad Parveez Ghulam Kadir, Direktur Jenderal Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB), mengungkapkan bahwa banjir di wilayah timur Malaysia telah berdampak signifikan baik pada produksi di bulan Januari maupun Februari. Penurunan stok ini berpotensi mendukung kenaikan harga minyak sawit berjangka, yang dapat mempertahankan daya saing harga komoditas ini dibandingkan minyak nabati lainnya.

Seiring dengan penurunan harga CPO di Indonesia dan berkurangnya stok di Malaysia, pasar minyak sawit global menunjukkan dinamika yang menarik. Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia, Indonesia harus memperhatikan tren ini dengan seksama. Para pelaku pasar dituntut untuk beradaptasi dengan fluktuasi harga dan permintaan yang terus berubah, terutama menjelang bulan-bulan dengan permintaan tinggi seperti Ramadan.

Dengan situasi ini, industri kelapa sawit di Indonesia dihadapkan pada tantangan dan peluang. Penurunan harga CPO mungkin menjadi sinyal adanya penyesuaian dalam produksi dan strategi pemasaran, sementara penurunan stok di Malaysia dapat memberikan tekanan pada harga global, menciptakan peluang bagi produsen di Indonesia untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar internasional. Seiring waktu, langkah-langkah strategis yang diambil oleh pelaku industri akan sangat menentukan keberlanjutan dan pertumbuhan sektor ini di masa depan.

Sumber:

  • Harga CPO KPBN Inacom Turun 0,97 Persen Pada Senin (24 per 2), Harga CPO di Bursa Malaysia Turun โ€” Info Sawit (2025-02-24)
  • Stok Minyak Sawit Malaysia Diprediksi Capai Titik Terendah dalam 2 Tahun โ€” Kontan (2025-02-24)
  • Buumm! Anjlok Rp 150 Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 24 Februari 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-02-24)