BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga Sawit di Sumut dan Aceh Naik, CPO Referensi April 2026 Meningkat

1 April 2026|Harga Sawit Swadaya Sumut
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga Sawit di Sumut dan Aceh Naik, CPO Referensi April 2026 Meningkat

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.

Harga sawit di Sumatera Utara dan Aceh mengalami peningkatan signifikan, sementara harga referensi CPO untuk April 2026 juga mencatat kenaikan yang menggembirakan.

(2026/04/01) Harga kelapa sawit di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh mengalami lonjakan pada awal April 2026. Di Sumut, harga Tandan Buah Segar (TBS) mencapai Rp4.065,95 per kilogram, sementara di Aceh Jaya tercatat Rp3.110 per kilogram. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan harga referensi CPO yang ditetapkan sebesar USD 989,63 per ton.

Peningkatan harga TBS di Sumut terpantau setelah Idul Fitri, di mana harga naik signifikan dari Rp3.842,13 per kg menjadi Rp4.065,95 per kg untuk pekebun mitra plasma. Menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, harga CPO yang mendukung kenaikan ini ditetapkan sebesar Rp15.905,71 per kg, dengan harga kernel di angka Rp15.492,00 per kg. Lonjakan harga ini memberikan semangat baru bagi petani, mirip dengan menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Di sisi lain, harga sawit swadaya di Sumut juga menunjukkan peningkatan, dengan harga berkisar antara Rp2.950 hingga Rp3.315 per kg. Kabupaten Mandailing Natal mencatat harga tertinggi, sedangkan Kabupaten Langkat dan Batu Bara memiliki harga terendah di Rp2.950 per kg. Ketua Apkasindo Sumut, Gus Dalhari Harahap, menjelaskan bahwa variasi harga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti cuaca, kualitas buah, dan jarak distribusi.

Di Aceh, harga TBS juga mengalami kenaikan signifikan. Di pabrik kelapa sawit milik PT Agro Sinergi Nusantara, harga pembelian TBS tercatat sebesar Rp3.110 per kg. Kenaikan harga ini menunjukkan dampak positif bagi petani di wilayah tersebut, yang selama ini bergantung pada pendapatan dari penjualan TBS.

Sementara itu, harga referensi CPO untuk periode April 2026 juga mengalami peningkatan sebesar 5,41 persen, menjadi USD 989,63 per ton, naik dari USD 938,87 per ton pada Maret 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag menyebutkan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan yang tidak diimbangi dengan suplai, serta kenaikan harga minyak mentah akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

Namun, di pasar berjangka Malaysia, harga CPO mengalami penurunan, tertutup pada RM4,665 per ton untuk kontrak April 2026, sejalan dengan penurunan harga minyak kedelai di Chicago. Meskipun begitu, sentimen pasar tetap optimis dengan proyeksi harga yang cenderung stabil di atas RM4,700 per ton.

Dengan adanya variasi harga dan proyeksi ke depan yang beragam, para pelaku industri sawit di Indonesia harus tetap waspada terhadap perubahan kondisi pasar. Seperti yang diungkapkan oleh seorang analis pasar, "Penting untuk memperhatikan dinamika permintaan dan faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi harga kedepannya."

Sumber: