BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Diplomasi & Negosiasi

Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi di SPIEF 2025

21 Juni 2025|Kerja sama ekonomi Indonesia Rusia
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi di SPIEF 2025

Prabowo memberikan pidato mengenai pentingnya industri kelapa sawit untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan dengan Rusia melalui perjanjian perdagangan bebas dan peningkatan ekspor minyak sawit, dalam rangka St. Petersburg International Economic Forum 2025.

(2025/06/21) Indonesia menyaksikan momen penting dalam hubungan bilateralnya dengan Rusia di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) ke-28, di mana pemerintah Indonesia mengumumkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan di berbagai sektor dengan Rusia, bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Forum SPIEF yang bergengsi ini menjadi ajang bagi para pemimpin negara, pelaku usaha, dan akademisi untuk berdiskusi mengenai peluang kerja sama ekonomi. Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia telah menyelesaikan perundingan substantif mengenai Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Kesepakatan ini diharapkan dapat memfasilitasi perdagangan bebas antara kedua pihak dan ditandatangani dalam waktu dekat.

“Saya berharap kedua pihak dapat segera menindaklanjuti dengan menyelesaikan semua tahapan proses yang diperlukan sehingga perjanjian ini dapat ditandatangani pada tahun ini,” ujar Airlangga. Kesepakatan ini menjadi langkah krusial dalam meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia, yang mencakup Rusia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Armenia.

Di sisi lain, Indonesia juga mengincar peningkatan ekspor minyak sawit ke Rusia. Dalam pertemuan bilateral yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin, Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, diundang untuk melakukan kunjungan ke Rusia pada bulan Oktober 2025. Ini mencerminkan keseriusan kedua negara dalam memperkuat kerja sama di sektor pertanian, terutama dalam meningkatkan investasi dan ekspor produk pertanian.

Di tengah kekhawatiran global terhadap pasokan pangan, Pakistan juga menunjukkan ketergantungannya pada minyak sawit sebagai sumber minyak nabati utama. Dengan lebih dari 96 persen kebutuhan minyak nabati diimpor dari Indonesia, minyak sawit berperan sebagai tulang punggung ketahanan pangan Pakistan. Para pakar industri di sana mendorong peningkatan kesadaran tentang manfaat minyak sawit dari sisi ekonomi dan keberlanjutan.

“Minyak sawit bukan sekadar komoditas industri. Ini adalah tulang punggung ketahanan pangan Pakistan,” kata Nadar Ali Ghanghro, Marketing Officer di Konsulat Jenderal M. Hal ini menegaskan bahwa minyak sawit tidak hanya penting untuk Indonesia, tetapi juga menjadi komoditas strategis bagi negara-negara lain.

Dengan perkembangan ini, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia, tetapi juga memperluas pasar ekspor minyak sawit ke negara lain. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi kedua negara serta mendukung ketahanan pangan global.

Sumber:

  • Indonesia Tegaskan Komitmen Kerja Sama Strategis dengan Rusia — CNN (2025-06-21)
  • RI dan Uni Ekonomi Eurasia Sepakati Perjanjian Perdagangan Bebas — CNN (2025-06-21)
  • Minyak Sawit Jadi Tulang Punggung Pangan Pakistan, Lantaran Efisien, Bergizi, dan Berkelanjutan — Info Sawit (2025-06-21)
  • Oleh-oleh dari Rusia, Perdagangan RI ke Eurasia Bakal Bebas Tarif! — CNBC (2025-06-21)
  • RI Jajaki Kerja Sama Peningkatan Ekspor CPO ke Rusia — Agrofarm (2025-06-21)