BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Emisi & Karbon

Inisiatif Lingkungan Hidup dan Ekonomi Karbon dalam Industri Kelapa Sawit

22 Februari 2026|Keberlanjutan industri kelapa sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Inisiatif Lingkungan Hidup dan Ekonomi Karbon dalam Industri Kelapa Sawit

Pabrik kelapa sawit ini menghasilkan limbah POME yang mencemari lahan, menunjukkan dampak negatif industri terhadap lingkungan.

Indonesia terus berupaya menyelaraskan industri kelapa sawit dengan keberlanjutan lingkungan melalui penanaman pohon dan implementasi nilai ekonomi karbon.

Indonesia terus berupaya untuk menyelaraskan pertumbuhan industri kelapa sawit dengan keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) yang sukses menanam 150 bibit pohon di area konservasi di Belitung Timur pada bulan Januari lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Lingkungan Hidup Indonesia dan Hari Sejuta Pohon, yang melibatkan 28 karyawan perusahaan dari berbagai tim. Berbagai jenis tanaman, termasuk Beringin, Durian, dan Rambutan, ditanam di area seluas satu hektar untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati di sekitar Sungai Ugu.

Selain upaya penanaman pohon, perhatian terhadap lingkungan juga ditentukan melalui penerapan nilai ekonomi karbon. Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, Nugroho Adi Sasongko, menjelaskan bahwa Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2021 menetapkan nilai ekonomi karbon sebagai strategi penurunan emisi yang dapat diimplementasikan melalui perdagangan karbon. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi inovasi dan investasi dalam teknologi ramah lingkungan.

Dalam konteks ini, Penasihat Energi Presiden Prabowo Subianto, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan bahwa ekspansi penanaman kelapa sawit tidak akan menyebabkan deforestasi. Menurutnya, swasembada pangan dan energi menjadi dua kebutuhan mendesak bagi Indonesia, yang memerlukan perluasan lahan perkebunan kelapa sawit. Purnomo menegaskan pentingnya mengembangkan sektor hulu untuk mendukung pertumbuhan industri ini tanpa merusak ekosistem yang ada.

Dengan kombinasi inisiatif penanaman pohon dan pengembangan nilai ekonomi karbon, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mengatasi tantangan perubahan iklim. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, serta menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Sumber:

  • PT Sahabat Mewah dan Makmur Menanam 150 Bibit Pohon di Area Konservasi โ€” Sawit Indonesia (2025-01-16)
  • Nilai Ekonomi Karbon Sebagai Strategi Penurunan Emisi โ€” Sawit Indonesia (2025-01-16)
  • Penasihat Prabowo Bantah Tanam Sawit Masif Bikin Deforestasi โ€” Kumparan (2025-01-16)