BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Biodiesel & Energi

Inisiatif Pertamina dalam Pengolahan Minyak Jelantah: Mendorong Hilirisasi dan Ramah Lingkungan

22 Februari 2026|Pengolahan Minyak Jelantah
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Inisiatif Pertamina dalam Pengolahan Minyak Jelantah: Mendorong Hilirisasi dan Ramah Lingkungan

Gambar menunjukkan minyak goreng berkualitas tinggi, produk hilir penting dari industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.

Program Pertamina Patra Niaga untuk mengumpulkan minyak jelantah menawarkan insentif bagi masyarakat dan mendorong pengolahan limbah menjadi biofuel.

Indonesia menyaksikan langkah progresif dalam pengelolaan limbah rumah tangga melalui program inovatif yang diprakarsai oleh Pertamina Patra Niaga. Program yang dikenal dengan nama Green Movement ini bertujuan untuk mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat dan mendaur ulangnya menjadi bahan baku biofuel. Inisiatif ini tidak hanya memberikan insentif finansial bagi warga, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Melalui program ini, masyarakat bisa menjual minyak jelantah yang tidak terpakai dengan imbalan hingga Rp 6.000 per liter. Pertamina menyediakan UCOllect Box di beberapa titik SPBU, yang memungkinkan masyarakat untuk menyalurkan limbah minyak goreng mereka dengan mudah. Dengan adanya program ini, Pertamina mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan limbah, sekaligus mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh pembuangan minyak jelantah sembarangan.

Minyak jelantah yang dikumpulkan nantinya akan diolah menjadi biofuel, yang merupakan salah satu sumber energi terbarukan. Dengan demikian, program ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan keuntungan dari limbah yang biasanya dibuang, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan.

Inisiatif Green Movement merupakan bagian dari upaya hilirisasi industri kelapa sawit di Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Hilirisasi ini penting untuk meningkatkan nilai tambah produk dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Dengan mengolah minyak jelantah menjadi biofuel, Pertamina turut berkontribusi dalam pengembangan industri energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia untuk mengimplementasikan pengelolaan limbah yang lebih baik, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan meningkatkan titik-titik pengumpulan agar lebih banyak masyarakat yang bisa terlibat dalam program ini.

Dengan adanya program Green Movement, Pertamina tidak hanya membantu masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target energi terbarukan yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia. Kesadaran bersama untuk mengelola limbah dengan baik dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Sumber:

  • Cara Jual Minyak Jelantah ke Pertamina: Ini Syarat, Lokasi, dan Batas Waktunya — Detik (2025-01-23)