Inovasi Hilirisasi Cangkang Sawit: BRIN dan PT Haltraco Kembangkan Teknologi Carbon Additive

Produk kosmetik berbahan dasar kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi yang menjanjikan dalam industri sawit Indonesia.
BRIN dan PT Haltraco bekerja sama mengembangkan teknologi carbon additive dari cangkang sawit, mendukung hilirisasi biomassa menjadi produk energi bernilai tinggi.
Inovasi dalam industri kelapa sawit Indonesia terus berkembang, terutama dalam upaya mengolah limbah menjadi produk yang lebih bernilai. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan PT Haltraco Sarana Mulia untuk mengembangkan teknologi carbon additive berbasis cangkang sawit. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi biomassa sawit dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian serta keberlanjutan lingkungan.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRIN dan PT Haltraco berlangsung pada 18 Juni 2025 di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, dan Direktur Utama PT Haltraco, Iben Rifa. Dalam acara tersebut, kedua pihak menegaskan komitmennya untuk menjadikan cangkang sawit, yang selama ini dianggap sebagai limbah, sebagai sumber karbon aditif yang bernilai tinggi.
Cangkang sawit merupakan salah satu limbah padat dari industri kelapa sawit yang jika tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan. Melalui inovasi ini, cangkang sawit tidak hanya akan menjadi limbah, tetapi juga dapat berfungsi sebagai bahan baku untuk produk energi yang lebih ramah lingkungan. Teknologi yang dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan nilai tambah dari cangkang sawit, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan pelaku industri kelapa sawit lainnya.
- Inisiatif Digitalisasi dan Hilirisasi: Langkah Kemenperin Menuju Daya Saing Industri Sawit (23 Februari 2026)
- Penguatan Hilirisasi Sawit Melalui Program Biodiesel dan Makan Bergizi (22 Februari 2026)
- Hilirisasi Sawit: Langkah Strategis Menuju Ekonomi Berkelanjutan (22 Februari 2026)
- Indonesia Stop Impor Solar Berkat Hilirisasi Sawit, Capai B50 (4 April 2026)
Selain itu, langkah ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target pengurangan emisi karbon serta meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia. Dengan memanfaatkan limbah menjadi produk yang berguna, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memajukan industri kelapa sawit secara berkelanjutan.
Inisiatif ini sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada penggunaan sumber daya yang berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan pada bahan baku fosil. Pengembangan teknologi carbon additive dapat membuka peluang baru bagi industri kelapa sawit untuk berinovasi dan bersaing di pasar internasional dengan produk yang lebih ramah lingkungan.
Ke depannya, BRIN dan PT Haltraco akan terus bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas. Dengan demikian, industri kelapa sawit Indonesia tidak hanya dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam pengelolaan limbah dan pengembangan energi terbarukan.
Sumber:
- BRIN dan PT Haltraco Kembangkan Teknologi Carbon Additive dari Cangkang Sawit — Hai Sawit (2025-06-19)