ITS Kembangkan Benwit, Bensin Berbasis Kelapa Sawit untuk Energi Alternatif

Gambar menunjukkan proses produksi biodiesel sawit dengan variasi campuran B40 dan B50 dari minyak kelapa sawit.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan Benwit, biogasoline dari kelapa sawit, sebagai solusi energi alternatif di tengah krisis energi global.
(2026/04/08) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan Benwit, sebuah biogasoline berbasis kelapa sawit yang diharapkan dapat menjadi alternatif energi ramah lingkungan. Inovasi ini muncul di tengah ancaman krisis energi global akibat ketegangan di Timur Tengah, menawarkan harapan untuk kemandirian energi nasional.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menjelaskan bahwa pengembangan Benwit merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil. Emisi gas rumah kaca dari bahan bakar fosil, seperti CO2 dan SO2, menjadi masalah serius yang harus diatasi, dan Benwit menawarkan solusi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Benwit tidak hanya sekedar inovasi, tetapi juga merupakan sumbangsih nyata dari ITS dalam mendukung swasembada energi. Dengan Indonesia sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, potensi untuk mengembangkan bahan bakar alternatif dari kelapa sawit sangat besar. Pihak ITS berharap bahwa produk ini tidak hanya akan mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di pasar energi global.
- Inovasi Berkelanjutan: Limbah Sawit Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Alternatif BBM (7 April 2026)
- Transformasi Industri Kelapa Sawit Melalui Katalog 100 Produk UKMK (23 Februari 2026)
- Inovasi Energi Sawit: Dari Limbah Menjadi Bensin Rendah Emisi (8 April 2026)
- Inovasi dan Tantangan di Sektor Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
Dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS, Hosta Ardhyananta, menambahkan bahwa timnya melakukan serangkaian eksperimen untuk mengoptimalkan proses produksi Benwit. Penggunaan kelapa sawit sebagai bahan baku tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi petani sawit, tetapi juga menguntungkan lingkungan dengan mengurangi jejak karbon dari sektor energi.
Dengan adanya Benwit, diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap isu-isu energi yang dihadapi Indonesia. Produk ini berpotensi untuk dipasarkan secara luas, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencari sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan. Menurut analisis, jika Benwit dapat diterima dengan baik di pasar, maka hal ini akan membuka peluang baru bagi industri sawit dan sektor energi di Indonesia.
Inovasi seperti Benwit menjadi penting di masa sekarang, di mana kebutuhan akan energi bersih semakin mendesak. Dengan terus mengembangkan produk-produk berbasis kelapa sawit, Indonesia bisa menjadi pionir dalam transisi energi global yang lebih ramah lingkungan. Seperti yang dikatakan Prof. Bambang, βIni momentum yang kita bisa sampaikan dan semoga saja bisa membantu dalam menyelesaikan krisis energi.β
Sumber: