Kekerasan dan Pencurian di Palembang: Dari Akad Nikah hingga Kebun Sawit

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Dua insiden kekerasan di Palembang, Sumatera Selatan, mengguncang masyarakat, mulai dari pembacokan calon pengantin hingga pencurian sawit.
Palembang, Sumatera Selatan, menjadi perhatian publik setelah dua insiden kekerasan terjadi dalam waktu bersamaan. Pertama, seorang calon pengantin pria bernama Ahmad Handa dibacok menjelang akad nikahnya, dan yang kedua, seorang pria bernama Hendrik Sampurno ditangkap polisi setelah mencuri sawit dan mencoba membacok pemilik kebun.
Insiden pertama terjadi pada 10 Mei 2025, saat Ahmad Handa sedang menuju lokasi akad nikah di Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I. Handa diserang oleh lima orang pelaku yang datang menggunakan mobil. Ia mengalami sejumlah luka serius akibat bacokan senjata tajam, dan terpaksa mengucapkan ijab kabul di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bari Palembang. Menurut Handa, serangan itu terjadi segera setelah ia keluar dari mobil. Ia menggambarkan momen tersebut dengan mengungkapkan, "Aku baru sampai tadi. Baru turun dari pintu mobil langsung dibacok." Di antara para pelaku, tiga di antaranya diketahui berinisial HD, HL, dan KC, yang menyerangnya dengan senjata tajam, sementara satu pelaku lainnya membawa pistol dan sempat melepaskan tembakan.
Di sisi lain, pada hari yang sama, insiden berbeda terjadi di Musi Rawas, juga di Sumatera Selatan. Hendrik Sampurno, seorang pria berusia 42 tahun, ditangkap setelah buron selama lima bulan. Hendrik terlibat dalam aksi pencurian sawit dan berusaha membacok pemilik kebun, Medi Pebrianto, yang menemukan aksinya. Pencurian ini berlangsung pada 17 Desember 2025, di kebun sawit milik Medi di Desa Prabumulih II, Kecamatan Muara Lakitan. Saat Medi mengunjungi kebunnya, ia melihat Hendrik dan rekannya, Riko, sedang memindahkan buah kelapa sawit miliknya ke dalam keranjang di atas sepeda motor. Ketika Medi menegur mereka, Hendrik berusaha melakukan tindakan kekerasan dengan mencoba membacoknya.
- Kasus Petani Banyuasin: Tembakan dan Narkoba Mengguncang Komunitas (23 Februari 2026)
- Insiden Kebakaran dan Kecelakaan Terkait Industri Sawit di Indonesia (2 April 2026)
- Kecelakaan Truk Sawit: Dua Insiden Terpisah di Labura dan Kotim (29 Maret 2026)
- Kasus Korupsi CPO, Pencarian Pemuda Hilang, dan Pesta Kesenian Bali: Berita Terkini Indonesia (23 Februari 2026)
Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, menjelaskan bahwa dalam kasus ini, polisi sebelumnya telah menangkap Riko, yang merupakan rekan Hendrik dalam pencurian tersebut. Penangkapan Hendrik setelah buron menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus pencurian yang semakin marak dan berujung pada kekerasan.
Insiden-insiden ini mencerminkan kondisi sosial yang memprihatinkan di daerah tersebut, di mana kekerasan dan kejahatan semakin meningkat. Masyarakat berharap langkah-langkah preventif dari pihak berwenang dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.
Sumber:
- Calon Pengantin Dibacok Jelang Akad, Ijab Kabul Digelar di IGD โ CNN (2025-05-12)
- Hendrik Pencuri Sawit di Musi Rawas yang Hendak Bacok Pemilik Kebun Ditangkap โ Detik (2025-05-12)