BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Produk Konsumer

Kemenperin Dorong Hilirisasi Produk Kelapa Sawit Melalui Workshop Batik

22 Februari 2026|Hilirisasi produk kelapa sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kemenperin Dorong Hilirisasi Produk Kelapa Sawit Melalui Workshop Batik

Sabun alami yang terbuat dari produk hilir kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi industri sawit di Indonesia.

Kementerian Perindustrian mengadakan workshop di Pacitan untuk memperkenalkan stearin sawit dalam pembuatan batik, mendukung hilirisasi produk kelapa sawit.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia terus berupaya mendorong hilirisasi produk kelapa sawit dengan menyelenggarakan workshop yang berfokus pada pemanfaatan stearin sawit dalam industri batik. Kegiatan ini berlangsung di Pacitan, Jawa Timur, dari 21 hingga 24 Oktober 2024, dan diharapkan dapat memperluas pemahaman serta penerapan produk turunan kelapa sawit dalam berbagai sektor industri.

Workshop Batik Berbasis Kompetensi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenperin dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dalam acara tersebut, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai manfaat stearin sawit, yang merupakan salah satu produk turunan kelapa sawit yang belum banyak dimanfaatkan dalam industri kerajinan batik. Dengan memanfaatkan stearin sawit sebagai bahan baku malam batik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta daya saing produk batik lokal di pasaran.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pelaku industri, pengrajin batik, dan instansi terkait, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam memproduksi batik yang berkualitas. Kemenperin berharap, melalui kegiatan ini, akan tercipta sinergi antara industri kelapa sawit dan industri kreatif, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan penggunaan sumber daya alam.

Selain itu, upaya diversifikasi produk kelapa sawit ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada produk sawit yang konvensional dan mendorong inovasi dalam pemanfaatan bahan baku. Dengan memanfaatkan stearin sawit dalam pembuatan batik, diharapkan dapat menciptakan produk yang lebih variatif dan meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pengrajin lokal.

Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya berdampak positif bagi industri batik, tetapi juga bagi sektor kelapa sawit secara keseluruhan. Dengan adanya inovasi dalam penggunaan produk turunan kelapa sawit, diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Sumber:

  • Diversifikasi Produk Sawit, Kemenperin Adakan Workshop Batik di Pacita... — Hai Sawit (2024-10-24)