BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Kenaikan Harga Minyak Sawit dan Dampaknya Terhadap Pasar di Indonesia

5 Maret 2026|Harga minyak sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kenaikan Harga Minyak Sawit dan Dampaknya Terhadap Pasar di Indonesia

Foto aerial menunjukkan kebun sawit yang luas di Indonesia, menyoroti perkembangan industri kelapa sawit yang pesat.

Kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan faktor global memengaruhi pasar dan harga Tandan Buah Segar (TBS) di Indonesia menjelang Ramadan.

(2026/03/05) Indonesia menyaksikan fluktuasi harga minyak sawit yang terus meningkat seiring dengan kondisi pasar global dan faktor internal yang memengaruhi daya beli masyarakat. Kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan mencapai USD 938,87 per metrik ton untuk periode Maret 2026, mengalami penguatan sebesar 2,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini berimbas pada penyesuaian tarif Bea Keluar dan Pungutan Ekspor yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan.

Kenaikan harga CPO ini terjadi di tengah harga Tandan Buah Segar (TBS) yang juga mengalami peningkatan. Di Provinsi Riau, harga TBS untuk petani swadaya naik sebesar Rp55,13/kg menjadi Rp3.552,39/kg. Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya harga jual CPO dan kernel, yang mencerminkan permintaan yang stabil di pasar.

Situasi global, terutama ketegangan di Timur Tengah, turut mendukung penguatan harga minyak sawit. CEO Malaysian Palm Oil Council, Belvinder Kaur Sron, menyatakan bahwa konflik berkepanjangan di kawasan tersebut dapat mempertahankan harga minyak mentah yang tinggi, yang berdampak langsung pada pasar minyak nabati, termasuk minyak sawit. Mengingat bahwa minyak sawit seringkali digunakan sebagai bahan baku biodiesel, kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperkuat posisi harga CPO di tingkat internasional.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mengkaji penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) untuk MinyaKita menyusul lonjakan harga CPO. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengungkapkan bahwa kajian ini diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan melindungi daya beli masyarakat, mengingat harga CPO saat ini berada di atas patokan yang telah ditetapkan.

Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, juga menegaskan bahwa fluktuasi harga pangan seperti daging dan minyak goreng bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan indikasi permainan di rantai distribusi. Ia mendorong pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan produk di pasar dan tidak melakukan praktik yang merugikan konsumen, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasanya diiringi dengan lonjakan konsumsi.

Dengan meningkatnya harga CPO, diperkirakan akan ada dampak yang signifikan terhadap harga produk turunan minyak sawit, termasuk minyak goreng dan produk pangan lainnya. Para pelaku industri diharapkan dapat beradaptasi dengan dinamika pasar ini, serta berkontribusi pada stabilitas harga demi kesejahteraan konsumen.

Sumber:

  • US-Iran Escalation Keeps Oil Prices Firm, Lifts Palm Oil Outlook โ€” Bernama (2026-03-05)
  • Bapanas Kaji Penyesuaian HET Minyakita Imbas Kenaikan Harga CPO โ€” Sawit Indonesia (2026-03-05)
  • Mentan Wanti-wanti Pengusaha yang Berani Mainkan Harga Daging-Minyak Goreng โ€” Detik (2026-03-05)
  • Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik ke USD 938,87, Cek Besaran Bea Keluar Terbaru โ€” Hai Sawit (2026-03-05)
  • Ramadan, Harga TBS di Riau Naik โ€” RRI (2026-03-05)