Kenaikan Harga TBS Sawit dan Kolaborasi Petani di Riau dan Kalbar

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Riau membawa dampak positif bagi petani, sementara kolaborasi antara petani dan masyarakat adat di Kalimantan Barat menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau untuk periode 5 hingga 11 Maret 2025 menjadi berita baik bagi para petani. Dinas Perkebunan Provinsi Riau menetapkan harga TBS untuk sawit umur 9 tahun mencapai Rp 3.685,61 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar Rp 64,65 per kilogram dibandingkan minggu sebelumnya. Kenaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri yang biasanya meningkatkan permintaan terhadap produk sawit.
Dalam laporan dari Dinas Perkebunan, harga TBS untuk kelompok umur lainnya juga menunjukkan tren positif. Misalnya, TBS sawit umur 3 tahun tercatat Rp 2.824,28/kg, sedangkan TBS umur 4 tahun mencapai Rp 3.155,68/kg. Kenaikan ini diakibatkan oleh meningkatnya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar yang menjadi acuan dalam penetapan harga TBS.
Selaras dengan itu, di Kalimantan Barat, petani kelapa sawit dan masyarakat adat telah melakukan langkah kolaboratif dengan mendeklarasikan Hutan Adat Rimbo Kobar di Desa Nanga Pemubuh, Kecamatan Sekadau Hulu. Deklarasi ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah desa, pemerintah daerah, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sekadau, dan Kaoem Telapak. Melalui serangkaian kegiatan seperti pemetaan wilayah dan dialog, kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap hutan adat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam.
- Harga CPO Tembus Rp15.600 di Tengah Penahanan Pembelian India (27 Maret 2026)
- Harga CPO dan TBS Sawit di Sumut Turun, Proyeksi Masa Depan Menarik (25 Maret 2026)
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
Di sisi lain, tantangan dalam industri kelapa sawit tetap ada, termasuk penyakit ganoderma yang dapat mematikan hingga 80% populasi kelapa sawit. University Putra Malaysia (UPM) sedang mengembangkan strategi pengendalian ganoderma dengan pendekatan nutrisi tanah. Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan nutrisi, terutama unsur hara seperti nitrogen dan fosfor, dapat berkontribusi pada pengendalian penyakit ini. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit.
Secara keseluruhan, kenaikan harga TBS di Riau dan kolaborasi antara petani dan masyarakat adat di Kalimantan Barat mencerminkan dinamika positif dalam industri kelapa sawit di Indonesia. Langkah-langkah inovatif dan kerjasama yang terjalin antara berbagai pihak diharapkan dapat mendorong keberlanjutan dan kesejahteraan bersama di sektor ini.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5 โ 11 Maret 2025 Tertinggi Rp 3.685,61 per kg โ Info Sawit (2025-03-05)
- Petani Sawit Dan Masyarakat Adat Kolaborasi Deklarasi Hutan Adat Di Sekadau โ Kompas (2025-03-05)
- Upaya Mengatasi Ganoderma, UPM Pakai Pendekatan Nutrisi Tanah โ Media Perkebunan (2025-03-05)
- Petani Riau Makin Sejahtera Dampak Harga TBS Naik โ Sawit Indonesia (2025-03-05)
- Petani Sawit Mitra Swadaya Tersenyum Manis Dengan Kenaikan Harga TBS โ Sawit Indonesia (2025-03-05)
- Harga TBS Mitra Plasma Periode 5 โ 11 Maret 2025 Rp 3.713,64 per Kg โ Sawit Indonesia (2025-03-05)