BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Minyak Goreng

Kenaikan Produksi dan Ekspor CPO Serta Dampak Inflasi Terhadap Harga Minyak Goreng

22 Februari 2026|Kenaikan Produksi dan Ekspor CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kenaikan Produksi dan Ekspor CPO Serta Dampak Inflasi Terhadap Harga Minyak Goreng

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Produksi dan ekspor CPO Indonesia mengalami kenaikan pada akhir tahun 2024, meskipun inflasi tetap terjaga rendah. Minyak goreng menjadi salah satu penyumbang inflasi yang signifikan.

Produksi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan pada bulan Oktober 2024, mencapai 4.843 ribu ton. Ini mencerminkan kenaikan sebesar 9,69% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 4.415 ribu ton. Meskipun demikian, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, produksi CPO mengalami penurunan sebesar 4,56%, dari 45.776 ribu ton pada tahun 2023 menjadi 43.780 ribu ton pada tahun 2024.

Dalam konteks konsumsi, total penggunaan CPO dalam negeri juga menunjukkan tren yang berbeda. Pada bulan Oktober 2024, konsumsi dalam negeri meningkat menjadi 2.083 ribu ton, naik dari 1.989 ribu ton di bulan September. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan konsumsi untuk biodiesel yang mencapai 1.052 ribu ton, meningkat 12,07% dari bulan sebelumnya. Namun, konsumsi minyak sawit untuk pangan justru mengalami penurunan, dari 865 ribu ton pada September menjadi 845 ribu ton pada Oktober, serta oleokimia yang turun sedikit dari 190 ribu ton menjadi 186 ribu ton.

Di tengah situasi ini, inflasi Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 1,57% secara tahunan, yang merupakan angka terendah dalam sejarah. Inflasi ini didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan kontribusi sebesar 0,55% terhadap inflasi umum. Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menyebut bahwa inflasi tahunan pada Desember 2024 meningkat dari 105,15 pada Desember 2023 menjadi 106,80 pada Desember 2024.

Minyak goreng, sebagai salah satu komoditas penting, memberikan andil terhadap inflasi dengan kontribusi sebesar 0,11%. Kenaikan harga minyak goreng ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang bergantung padanya sebagai bahan pokok. Kenaikan harga ini, meskipun tidak signifikan dalam konteks inflasi keseluruhan, tetap memberikan dampak pada daya beli masyarakat yang perlu diperhatikan.

Secara keseluruhan, meskipun produksi dan ekspor CPO mengalami peningkatan, tantangan tetap ada dalam menjaga stabilitas harga dan konsumsi domestik. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan pengendalian harga agar tetap menguntungkan bagi petani dan konsumen.

Sumber:

  • Produksi CPO Dan Ekspor Naik, Stok Berkurang โ€” Sawit Indonesia (2025-01-02)
  • Inflasi RI 1,57% di 2024, Minyak Goreng Menyumbang Inflasi 0,11% โ€” Sawit Indonesia (2025-01-02)