BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Kebijakan Energi

Keterlambatan Implementasi Mandatori B40 dan Persiapan Uji Coba B50

22 Februari 2026|Implementasi Mandatori B40 dan B50
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Keterlambatan Implementasi Mandatori B40 dan Persiapan Uji Coba B50

Bahlil Lahadalia berbicara kepada wartawan tentang industri kelapa sawit dan rencana energi sebagai Menteri ESDM 2025-2026.

Kementerian ESDM mengumumkan penundaan pelaksanaan mandatori B40 hingga Maret 2025, sementara persiapan untuk implementasi B50 juga sedang dilakukan.

(2026/02/23) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penundaan pelaksanaan mandatori bahan bakar biodiesel B40 menjadi Maret 2025. Penundaan ini diakibatkan oleh berbagai kendala yang dihadapi dalam proses implementasi, termasuk keterbatasan kapasitas penyimpanan dan tantangan dalam distribusi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah mereview kesiapan penerapan B40 selama tiga bulan ke depan. Meskipun produksi biodiesel yang mengandung 40 persen minyak sawit dan 60 persen solar telah mencapai kapasitas maksimal, tantangan dalam penyimpanan dan distribusi tetap menjadi penghambat utama. Dari 28 badan usaha bahan bakar nabati, hampir seluruhnya beroperasi dengan kapasitas tinggi, sekitar 80 persen, untuk memenuhi kebutuhan B40, namun keterlambatan distribusi masih menjadi masalah yang harus diatasi.

Sejak diwajibkan per 1 Januari 2025, distribusi B40 telah mencapai 1,2 juta kiloliter hingga pertengahan Februari. Namun, Eniya menekankan bahwa tantangan logistik yang ada memerlukan perhatian serius agar target implementasi dapat tercapai tanpa hambatan lebih lanjut.

Sementara itu, di tengah kendala B40, Kementerian ESDM juga mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan uji teknis untuk bahan bakar biodiesel B50, yang rencananya akan diimplementasikan pada tahun depan, 2026. Eniya menyatakan bahwa pengujian teknis ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek teknis dapat memenuhi standar yang diperlukan sebelum peluncuran secara resmi.

Pemerintah berharap bahwa kebutuhan biodiesel berbasis kelapa sawit akan terus meningkat, terutama untuk konsumsi dalam negeri. Dengan keberhasilan uji coba B50, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor solar dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya domestik.

Dengan penundaan implementasi B40 dan langkah-langkah persiapan untuk B50, Kementerian ESDM menunjukkan komitmen untuk memperkuat sektor energi terbarukan di Indonesia sekaligus meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Sumber:

  • Mandatori B40 Molor ke Maret 2025 โ€” MetroTV (2025-02-19)
  • ESDM: Implementasi Biodiesel B40 Terkendala Penyimpanan dan Transportasi โ€” Tempo (2025-02-19)
  • Kementerian ESDM: Implementasi Biodiesel B40 Terkendala Penyimpanan dan Transportasi โ€” Tempo (2025-02-19)
  • B50 Mulai Uji Teknis Target Implementasi Tahun Depan โ€” Kompas (2025-02-19)