BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Produksi

Konsumsi dan Produksi CPO Indonesia di Tahun 2024: Tren Penurunan yang Perlu Diwaspadai

22 Februari 2026|Penurunan Produksi dan Konsumsi CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Konsumsi dan Produksi CPO Indonesia di Tahun 2024: Tren Penurunan yang Perlu Diwaspadai

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Produksi dan konsumsi CPO di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2024, yang menunjukkan tantangan bagi industri kelapa sawit nasional.

Indonesia menghadapi tantangan di sektor kelapa sawit dengan penurunan signifikan dalam produksi dan konsumsi minyak sawit mentah (CPO) pada tahun 2024. Data terbaru menunjukkan bahwa produksi CPO pada bulan November 2024 mencapai 4.333 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 2,03% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan adanya masalah yang lebih luas di dalam industri kelapa sawit nasional.

Secara kumulatif, produksi CPO Indonesia selama tahun 2024 tercatat sebesar 44.288 ribu ton, yang lebih rendah 3,87% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 46.073 ribu ton. Penurunan ini cukup signifikan dan menunjukkan adanya penurunan produksi yang berkelanjutan. Selain itu, produksi minyak inti sawit (PKO) juga mengalami penurunan dari 420 ribu ton pada bulan Oktober menjadi 412 ribu ton pada bulan November 2024.

Konsumsi dalam negeri CPO juga menunjukkan tren penurunan. Pada bulan November 2024, total konsumsi dalam negeri tercatat sebesar 2.030 ribu ton, turun 53 ribu ton dari bulan sebelumnya, yang mencapai 2.083 ribu ton. Penurunan ini setara dengan 2,54%. Konsumsi untuk biodiesel mengalami penurunan dari 1.052 ribu ton menjadi 994 ribu ton, sementara konsumsi untuk sektor oleokimia juga berkurang dari 186 ribu ton menjadi 167 ribu ton. Di tengah penurunan ini, konsumsi untuk pangan justru menunjukkan kenaikan tipis, naik 24 ribu ton dari 845 ribu ton pada bulan Oktober menjadi 869 ribu ton.

Saat ini, industri kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal memperbaiki angka produksi dan konsumsi. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, masalah teknis dalam produksi, dan mungkin juga dampak dari regulasi yang lebih ketat terkait dengan keberlanjutan. Dalam konteks ini, penting bagi stakeholder di sektor kelapa sawit untuk berkolaborasi dan mencari solusi agar dapat meningkatkan kinerja industri yang vital ini.

Ke depannya, penting untuk memantau perkembangan berikutnya dalam industri kelapa sawit Indonesia. Upaya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan, serta diversifikasi produk, akan menjadi kunci untuk memulihkan pertumbuhan dan memastikan bahwa industri ini tetap kompetitif di pasar global.

Sumber:

  • Konsumsi CPO dalam Negeri Tahun 2024 Mencapai 21.672 Ribu Ton — Sawit Indonesia (2025-02-26)