Manajemen Baru Agrinas Palma dan Protokol Ekspor PKE Seluma

Pelabuhan eksklusif ini sibuk dengan aktivitas ekspor CPO, mendukung peningkatan angka ekspor sawit Indonesia.
Perubahan manajemen di Agrinas Palma Nusantara dan peninjauan fasilitas PKE Seluma menunjukkan upaya peningkatan kualitas industri sawit Indonesia.
(2026/03/26) Indonesia menyaksikan pergeseran penting dalam manajemen PT Agrinas Palma Nusantara dan peninjauan fasilitas pengolahan Palm Kernel Expeller (PKE) di Kabupaten Seluma, yang menunjukkan komitmen terhadap standar internasional. Pergantian direktur utama di Agrinas Palma diharapkan membawa optimisme baru bagi pengelolaan aset perkebunan sawit di seluruh Indonesia.
Rabu pagi, Dr. Purwadi, Direktur Pusat Sains Kelapa Sawit INSTIPER Yogyakarta, berbagi pandangannya mengenai manajemen baru Agrinas Palma yang kini dipimpin oleh Mohammad Abdul Ghani. Dia menekankan tanggung jawab besar perusahaan dalam mengelola sumber daya kelapa sawit, terutama menjelang bulan Ramadan yang penuh harapan. “Saya selalu berpikir optimis,” ungkap Dr. Purwadi, menyoroti pentingnya pembaruan ini untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang baru berjalan setahun.
Sementara itu, di Kabupaten Seluma, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, melakukan kunjungan untuk memeriksa pabrik pengolahan PKE. Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk memastikan bahwa fasilitas tersebut memenuhi protokol ekspor internasional, khususnya untuk pasar Selandia Baru. Kunjungan ini juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menjamin kepatuhan terhadap Peraturan Badan Karantina Indonesia Nomor 15 Tahun 2025.
- Industri Sawit Indonesia: Peluang dan Pertumbuhan di 2026 (27 Maret 2026)
- Pemkab Sergai dan Socfindo Perkuat Kerja Sama dalam Sektor Sawit (4 April 2026)
- Penguatan Integritas dan Inovasi Teknologi Dorong Industri Sawit Indonesia (6 Maret 2026)
- Musim Mas Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan untuk Keberlanjutan Industri Sawit (9 Maret 2026)
Pemeriksaan mendalam terhadap fasilitas pengolahan ini mencakup aspek penyimpanan dan pengolahan yang menjadi kunci utama dalam menjaga sistem ketertelusuran produk dari hulu hingga ke tangan konsumen. Sahat menekankan bahwa pengawasan yang ketat adalah langkah krusial untuk meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk PKE dari Indonesia.
Dengan adanya perubahan manajemen di Agrinas Palma dan upaya pemenuhan standar internasional di fasilitas PKE, industri sawit Indonesia menunjukkan langkah positif menuju peningkatan kualitas dan daya saing. Kebangkitan optimisme di Agrinas Palma juga sejalan dengan ekspektasi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama kelapa sawit di dunia.
Ke depan, kesuksesan dalam implementasi standar internasional dan perbaikan manajemen di perusahaan akan menjadi indikator penting bagi pertumbuhan sektor sawit. “Kami berkomitmen untuk memenuhi semua standar yang ditetapkan dan siap bersaing di pasar global,” tutup Sahat, menegaskan pentingnya langkah-langkah ini bagi keberlanjutan industri sawit nasional.
Sumber: