BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Sertifikasi ISPO & RSPO

Memperkuat Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit Melalui Sertifikasi ISPO

22 Februari 2026|Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Memperkuat Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit Melalui Sertifikasi ISPO

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Industri kelapa sawit Indonesia terus berupaya meningkatkan keberlanjutan melalui Sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang diakui sebagai identitas utama.

Industri kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan dan peluang yang signifikan dalam upaya meningkatkan keberlanjutan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mendorong penerapan Sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai identitas utama untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Direktur Penghimpunan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Sunari, menekankan bahwa ISPO harus menjadi jati diri bagi industri sawit di Indonesia. Dalam diskusi publik yang diadakan pada awal April 2024, Sunari menyatakan, "Mari kita miliki jati diri ISPO dan menjadi sawit berkelanjutan versi Indonesia, kami hanya mengikuti kebijakan yang sudah ditetapkan." Pernyataan ini menunjukkan komitmen BPDPKS untuk mengembangkan industri kelapa sawit yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan.

Sunari juga menjelaskan bahwa sebelumnya, peran BPDPKS lebih terfokus pada pendanaan dan biaya sertifikasi. Namun, saat ini, BPDPKS berupaya untuk lebih aktif dalam mempromosikan ISPO sebagai standar keberlanjutan yang relevan di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap standar internasional seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan memperkuat posisi ISPO di pasar global.

Dalam konteks ini, penting untuk dicatat bahwa keberlanjutan industri kelapa sawit tidak hanya bergantung pada sertifikasi saja, tetapi juga pada penerapan praktik-praktik yang ramah lingkungan oleh para petani dan perusahaan. Dengan mengedepankan ISPO, industri kelapa sawit Indonesia berupaya menunjukkan bahwa mereka mampu memenuhi permintaan pasar global yang semakin mengutamakan produk berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya ini, BPDPKS juga berencana untuk meningkatkan edukasi dan pelatihan bagi petani kelapa sawit, sehingga mereka dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam praktik budidaya mereka. Langkah ini diharapkan akan membantu meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar bagi produk kelapa sawit Indonesia.

Secara keseluruhan, inisiatif untuk memperkuat keberlanjutan melalui ISPO merupakan langkah penting bagi industri kelapa sawit Indonesia. Dengan dukungan dari semua pemangku kepentingan, diharapkan industri ini dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian nasional sambil menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber:

  • Dorongan BPDPKS untuk Meningkatkan Keberlanjutan Industri Sawit Indonesia — Hai Sawit (2024-04-07)