BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Tata Kelola & Pengawasan

Mendorong Sinergi dalam Industri Kelapa Sawit: Peran GAPKI dan Pemerintah Daerah

22 Februari 2026|Sinergi GAPKI dan Pemerintah Daerah
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Mendorong Sinergi dalam Industri Kelapa Sawit: Peran GAPKI dan Pemerintah Daerah

Eddy Martono memberikan pidato dalam acara GAPKI, membahas isu-isu terkini industri kelapa sawit Indonesia.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan GAPKI untuk mengatasi tantangan dalam industri kelapa sawit, mendorong partisipasi yang lebih besar dari perusahaan-perusahaan lokal.

Perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia terus menjadi perhatian utama, terutama di daerah penghasil seperti Kalimantan Timur. Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, baru-baru ini mengungkapkan harapannya agar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dapat berperan aktif dalam menjembatani berbagai persoalan yang dihadapi oleh sektor ini.

Dalam acara pengukuhan pengurus GAPKI Kaltim untuk periode 2024-2029 yang berlangsung di Balikpapan, Akmal Malik menekankan pentingnya eksistensi organisasi ini tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga untuk masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, organisasi harus berfungsi sebagai penghubung yang menciptakan sinergi antara pengusaha kelapa sawit, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Akmal Malik menggarisbawahi bahwa meskipun industri kelapa sawit memiliki potensi yang besar, masih ada tantangan yang perlu diatasi, salah satunya adalah rendahnya partisipasi perusahaan dalam GAPKI. Ia mencatat bahwa saat ini baru sekitar 30 persen perusahaan kelapa sawit yang bergabung dalam organisasi tersebut. Hal ini menjadi sorotan penting, karena keanggotaan yang lebih luas diharapkan dapat mendukung pengembangan kebijakan yang lebih baik dan solusi untuk masalah yang ada.

Lebih jauh, Akmal Malik mengajak pengurus GAPKI untuk membangun kebersamaan secara kelembagaan dan dengan mitra usaha. Dia berharap dengan kolaborasi yang erat, berbagai isu yang dihadapi oleh industri kelapa sawit, seperti keberlanjutan dan dampak sosial, dapat ditangani dengan lebih efektif. Dalam konteks ini, peran GAPKI sebagai mediator antara perusahaan dan pemerintah menjadi sangat vital.

Dalam menghadapi tantangan industri kelapa sawit ini, penting juga untuk melibatkan semua pemangku kepentingan. Ini termasuk masyarakat lokal yang sering kali menjadi pihak yang paling terdampak oleh aktivitas perusahaan kelapa sawit. Dengan melibatkan mereka dalam dialog dan pengambilan keputusan, diharapkan akan tercipta iklim yang lebih kondusif bagi pertumbuhan sektor ini.

Secara keseluruhan, langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dan GAPKI ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi dalam industri kelapa sawit. Melalui kerjasama yang solid, diharapkan Kalimantan Timur dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta memaksimalkan manfaat yang dapat diperoleh bagi masyarakat.

Sumber:

  • Pj Gubernur Minta GAPKI Mediasi Persoalan Sawit Daerah — Hai Sawit (2024-07-28)