BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Produk Konsumer

Menkop Dorong Koperasi Dirikan Pabrik CPO untuk Perkuat Hilirisasi Sawit

12 Agustus 2026|Hilirisasi kelapa sawit koperasi
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Menkop Dorong Koperasi Dirikan Pabrik CPO untuk Perkuat Hilirisasi Sawit

Pejabat pemerintah meninjau pabrik hilirisasi sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit di Indonesia.

(2026/08/12) Menkop Ferry Juliantono mendorong hilirisasi sawit berbasis koperasi dengan target koperasi mendirikan pabrik CPO sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

(2026/08/12) "Koperasi didorong agar dapat mendirikan pabrik-pabrik CPO sendiri sehingga kebutuhan minyak goreng dan produk turunannya dapat dipenuhi secara mandiri oleh koperasi," ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat Seminar Nasional "Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi" di Musi Banyuasin, Selasa (11/8/2026).

Ferry menempatkan hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi sebagai strategi utama untuk memperkuat posisi tawar petani sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu muncul di acara yang dihadiri pejabat Kemenkop, wakil Bupati Musi Banyuasin, serta Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, menurut keterangan pers yang dirilis pada 11 Agustus 2026.

Data Kemenkop yang dikutip Ferry menyebutkan saat ini terdapat 2.587 koperasi yang bergerak di sektor perkebunan dan dinilai menjadi basis pengembangan program hilirisasi. "Dengan semakin banyak koperasi yang bergerak dari sektor hulu ke hilir pada produk sawit diharapkan akan mendorong kesejahteraan masyarakat," ungkap Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus dalam seminar yang sama.

Ferry menjelaskan dua model bisnis hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi yang bisa ditempuh: pertama memperkuat koperasi eksisting; kedua mengonsolidasikan koperasi primer melalui badan usaha yang lebih besar. Ia menekankan bahwa strategi dan instrumen baru diperlukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat melalui wadah badan usaha koperasi.

Untuk menjawab tantangan pembiayaan, Menkop merekomendasikan pemanfaatan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. "Salah satunya seperti koperasi mandiri makmur juga sudah diberikan pembiayaan oleh LPDB dalam memproduksi CPO, yang saat ini pembangunannya sudah 45%," kata Ferry, merujuk pada contoh pendanaan yang tengah berjalan.

Percepatan program juga diharapkan melalui dukungan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), yang mendapat mandat pemerintah untuk mengelola lahan sawit hasil penertiban Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). "Atas lahan yang sudah diambil alih oleh Satgas PKH dan dititipkan Agrinas Palma untuk dikelola tentu Presiden ingin agar pengelolaan lahan tersebut bisa melibatkan masyarakat dan anggota koperasi yang merupakan petani sawit," kata Ferry dalam keterangan tertulis yang disebarkan pada hari yang sama.

Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet menyampaikan harapan agar semakin banyak koperasi meniru KUD Sejahtera Banyuasin yang mampu membangun pabrik pengolahan CPO, sedangkan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani hadir sebagai perwakilan BUMN yang mendapat mandat pengelolaan lahan. Pernyataan pejabat daerah dan perwakilan BUMN itu turut memperkuat dorongan keterlibatan koperasi dalam rantai hilir sawit.

Langkah konkret yang disorot dalam seminar mencakup penguatan kapasitas koperasi eksisting, konsolidasi koperasi primer, serta akses pembiayaan melalui LPDB. Rencana pembangunan pabrik yang disebut telah mencapai 45% progress pada salah satu koperasi diposisikan sebagai bukti early-stage bahwa model pembiayaan koperasi ke hilir bisa direalisasikan.

Sumber: