BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Deforestasi & Lahan

Menteri Lingkungan Hidup Dorong Kolaborasi untuk Cegah Kebakaran Hutan di Riau

23 Februari 2026|Kolaborasi cegah kebakaran hutan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Menteri Lingkungan Hidup Dorong Kolaborasi untuk Cegah Kebakaran Hutan di Riau

Kebun pembibitan sawit yang teratur menunjukkan upaya peningkatan produksi kelapa sawit di Indonesia untuk memenuhi permintaan global.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengajak semua pihak, termasuk GAPKI, untuk bersinergi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Dalam rangka menghadapi musim kemarau, Menteri Hanif mengadakan serangkaian pertemuan dan dialog dengan berbagai pihak, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Kesiapan Riau dalam menangani ancaman karhutla menjadi perhatian utama, mengingat daerah ini sering kali menjadi lokasi kebakaran besar. Dalam sebuah acara Rapat Koordinasi dan Dialog Pengendalian Karhutla yang berlangsung di Pekanbaru, Menteri Hanif meminta Gubernur Riau untuk mengkonsolidasi semua pemangku kepentingan, termasuk GAPKI, agar dapat bekerja sama dalam satu komando yang terstruktur dan efektif.

Hanif menekankan, "Saya ingin kita searah dan satu komando dalam penanganan karhutla ini, karena kejadian karhutla itu tidak merata. Oleh karena itu, konsolidasi aktif dan masif perlu kita bangun." Dalam upaya tersebut, GAPKI, yang saat ini menaungi 752 perusahaan kelapa sawit di 15 provinsi dengan luas lahan sekitar 3,7 juta hektare, telah memetakan delapan provinsi yang berisiko tinggi terhadap kebakaran, termasuk Riau dan beberapa daerah di Kalimantan.

Selain mengingatkan pentingnya pencegahan karhutla, Menteri Hanif juga menunjukkan bahwa industri kelapa sawit dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan. Dalam kunjungannya ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Riau, Menteri mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut berhasil mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 33.700 ton CO2 ekuivalen. Ini dicapai melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan.

GAPKI sendiri telah mengambil langkah konkret untuk mendukung pencegahan karhutla dengan menghimbau anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan program-program mitigasi kebakaran. Sekretaris Jenderal GAPKI, Muhammad Hadi Sugeng, menyatakan bahwa organisasi tersebut berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Menanggapi hal ini, Menteri Hanif juga berpesan agar perusahaan-perusahaan sawit di Riau dapat mengambil peran aktif dalam pencegahan karhutla. Ia menekankan bahwa kerja sama yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam mengatasi masalah ini.

Dengan adanya kesadaran dan komitmen dari semua pihak, diharapkan ancaman karhutla di Riau dapat diminimalisir, sehingga ekosistem dan lingkungan sekitar dapat terjaga dengan baik. Keterlibatan GAPKI dan perusahaan-perusahaan sawit dalam program-program pencegahan diharapkan dapat menjadi contoh bagi industri lain dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber:

  • Gandeng GAPKI Menteri Lingkungan Hidup Pastikan Kesiapan Antisipasi Karhutla di Riau โ€” Media Perkebunan (2025-05-11)
  • Di depan Menteri LH, GAPKI Sampaikan Komitmen Cegah Karhutla โ€” Sawit Indonesia (2025-05-11)
  • Menteri LH Minta Gubernur Riau Dapat Konsolidasikan Pencegahan Karhutla โ€” Sawit Indonesia (2025-05-11)
  • Menteri LH: Kelapa Sawit Bisa Jadi Lebih Ramah Lingkungan โ€” Kompas (2025-05-11)
  • Menteri LH Minta Perusahaan Sawit di Riau Ambil Peran Aktif Cegah Karhutla โ€” Hai Sawit (2025-05-11)