BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Biodiesel & Energi

PalmCo Targetkan 2,7 Juta Ton TBS dengan Proyek Hilirisasi Terpadu

26 Maret 2026|Proyek Hilirisasi PalmCo Serap
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
PalmCo Targetkan 2,7 Juta Ton TBS dengan Proyek Hilirisasi Terpadu

Gambar menunjukkan proses produksi biodiesel sawit dengan variasi campuran B40 dan B50 dari minyak kelapa sawit.

PTPN IV PalmCo menargetkan serapan 2,7 juta ton TBS sawit per tahun hingga 2030 melalui proyek hilirisasi pabrik pangan dan biodiesel.

(2026/03/26) PTPN IV PalmCo menargetkan untuk menyerap 2,7 juta ton tandan buah segar (TBS) sawit per tahun melalui pembangunan pabrik terpadu pangan dan biodiesel sawit. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit serta mendorong transformasi industri sawit di Indonesia hingga 2030.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa hilirisasi ini bertujuan untuk memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan. Hal ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sawit nasional, terutama dalam konteks peningkatan permintaan produk turunan sawit. Dengan integrasi dari hulu hingga hilir, PalmCo optimis proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi industri sawit di Indonesia.

Sejalan dengan rencana tersebut, PalmCo juga bersiap untuk melakukan ground breaking fasilitas pengolahan sawit terpadu di Sei Mangkei. Fasilitas ini tidak hanya akan memproses TBS menjadi CPO, tetapi juga produk turunan lainnya yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menggeser fokus dari produksi CPO murni ke produk-produk hilir yang lebih bernilai.

PalmCo menilai bahwa dengan mempercepat langkah hilirisasi, mereka akan mampu meningkatkan daya saing industri kelapa sawit nasional di pasar global. Proyek ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan industri hilir sawit untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Proyeksi yang optimis ini mencerminkan komitmen PalmCo untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. Dengan penyerapan 2,7 juta ton TBS per tahun, diharapkan pabrik ini dapat memproduksi sekitar 567.000 ton CPO, yang akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri sawit di Indonesia. Dalam konteks ini, PalmCo berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan dan energi nasional melalui produk biodiesel yang dihasilkan.

Upaya hilirisasi yang dilakukan oleh PalmCo menggambarkan potensi besar yang dimiliki industri kelapa sawit Indonesia. Dalam menghadapi tantangan global, pengembangan produk turunan akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor ini ke depan. "Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan bahwa industri sawit Indonesia tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga produk bernilai tinggi yang dapat bersaing di pasar internasional," ungkap Jatmiko K. Santosa.

Sumber: