Peluang Emas Ekspor Kelapa Sawit Indonesia: Dari Uni Eropa hingga Amerika Serikat

Prabowo memberikan pidato di Brussels untuk membahas industri kelapa sawit Indonesia dan isu-isu terkait.
Pemerintah Indonesia tengah memperluas akses pasar untuk produk kelapa sawit melalui kesepakatan dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat, menjadikan sektor ini semakin kompetitif di pasar internasional.
(2025/07/25) Indonesia menyaksikan perkembangan positif dalam industri kelapa sawitnya, seiring dengan selesainya putaran terakhir perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan ini tidak hanya membuka peluang ekspor yang lebih luas tetapi juga menawarkan tarif impor nol persen untuk produk kelapa sawit ke pasar Eropa. Hal ini menjadi kabar baik bagi pemerintah dan pelaku industri yang berupaya meningkatkan daya saing produk pertanian nasional di kancah global.
- Kesepakatan Dagang RI-AS dan Komitmen Sawit Berkelanjutan Menjadi Sorotan (23 Juli 2025)
- Minyak Sawit: Dari Investasi Berkelanjutan hingga Peningkatan Impor Global (22 Februari 2026)
- Penyelesaian Bersejarah untuk Petani Honduras: Dampak dari Pembiayaan Bank Dunia (22 Februari 2026)
- Investigasi Terbaru Ungkap Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Perkebunan Socfin Afrika (22 Februari 2026)
Sumber:
- Sawit Masuk Daftar Prioritas Ekspor, IEU-CEPA Dukung Akses Pasar Lebih Luas — Hai Sawit (2025-07-25)
- Kena Tarif Trump 19 Persen, Minyak Sawit RI Lebih Bersaing Lawan Malaysia — Liputan6 (2025-07-25)
- Video RI-AS Bahas Diskon Bea Masuk Kelapa Sawit bisa 0% — CNBC (2025-07-25)
- Video: Negosiasi Tarif AS Masih Lanjut, Dimungkinkan Mendekati 0% — Detik (2025-07-25)
- Ekspor Sawit Diuntungkan Trump, Tarif RI Lebih Rendah dari Malaysia — Detik (2025-07-25)
- Indonesia Ajukan CPO, Kakao hingga Kopi Bebas Tarif dari Amerika Serikat — Liputan6 (2025-07-25)