BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Kelembagaan Petani

Pemberdayaan Petani Sawit dan Penurunan Harga TBS: Tantangan dan Harapan

23 Februari 2026|Pemberdayaan petani sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Pemberdayaan Petani Sawit dan Penurunan Harga TBS: Tantangan dan Harapan

Petani sedang memanen tandan buah segar kelapa sawit di kebun, menunjukkan proses penting dalam industri kelapa sawit Indonesia.

Inisiatif pemberdayaan petani kelapa sawit di Indonesia semakin kuat dengan kolaborasi berbagai pihak, meskipun harga Tandan Buah Segar (TBS) mengalami penurunan.

Pemberdayaan petani kelapa sawit di Indonesia terus berlanjut melalui berbagai inisiatif kolaboratif, meskipun tantangan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang turun cukup signifikan. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan PT Daya Guna Lestari (DGL) untuk menggelar pelatihan teknis budidaya kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 20 Juni 2025 tersebut diikuti oleh 60 petani dan tenaga pendamping perkebunan. Ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS) tahun 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya sawit. Direktur Utama PT DGL, Gema Aliza Putra, menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di daerah tersebut.

Selain di OKI, dukungan serupa juga diberikan kepada petani di Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menyelenggarakan pelatihan 'Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit' dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari pekebun dan penyuluh. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengelola kebun mereka dengan lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, di Provinsi Riau, harga TBS mengalami penurunan signifikan. Pada periode 18-24 Juni 2025, harga TBS umur 9 tahun turun sebesar Rp33,17 per kg menjadi Rp3.278,81. Penurunan ini tercatat sebagai dampak dari turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasar. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, mengonfirmasi bahwa penetapan harga tersebut dilakukan secara transparan dan berdasarkan kajian yang mendalam.

Di Kalimantan Timur, tren penurunan harga TBS juga terlihat, di mana harga untuk pohon kelapa sawit umur 10 tahun ke atas turun menjadi Rp3.101,52 per kg. Penurunan harga ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pasar, termasuk harga CPO yang terus merosot.

Di tengah tantangan harga yang tidak menentu, upaya pemberdayaan petani melalui pelatihan dan kolaborasi antara berbagai pihak menjadi harapan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Program-program yang difokuskan pada peningkatan keterampilan dan pengetahuan diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari fluktuasi harga di pasar.

Keberhasilan inisiatif-inisiatif ini sangat bergantung pada dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan bahwa petani kelapa sawit di Indonesia dapat bersaing secara global dan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.

Sumber:

  • Kolaborasi BPDP, Ditjenbun, dan DGL Bikin Petani OKI Semangat Belajar Budidaya Sawit โ€” Media Perkebunan (2025-06-17)
  • Didukung BPDP dan Ditjenbun, Pelatihan Teknis Budidaya Sawit Resmi Dibuka untuk Pekebun OKI โ€” Hai Sawit (2025-06-17)
  • PT RPN, Didukung BPDP dan Ditjenbun Bekali Skill Teknik Pemetaan Kebun Kepada 30 Petani Sawit Labusel โ€” Sawit Indonesia (2025-06-17)
  • Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 18-24 Juni 2025 Turun Rp33,17 per kg โ€” Info Sawit (2025-06-17)
  • Harga TBS Sawit Kaltim Alami Penurunan โ€” Sawit Indonesia (2025-06-17)