BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 52,6 Triliun, Didominasi oleh Ekspor Sawit

22 Februari 2026|Penerimaan Bea Cukai Ekspor Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 52,6 Triliun, Didominasi oleh Ekspor Sawit

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Penerimaan Bea Cukai Indonesia mencapai Rp 52,6 triliun hingga akhir Februari 2025, didorong oleh lonjakan ekspor produk sawit yang meningkat pesat.

Penerimaan Bea Cukai Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai Rp 52,6 triliun hingga akhir Februari 2025. Angka ini setara dengan 17,5 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Pertumbuhan ini mencatatkan kenaikan tahun-ke-tahun (YoY) sebesar 2,1 persen, menandakan peran strategis Bea Cukai dalam mendukung pendapatan negara di tengah tantangan ekonomi global.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Kinerja, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa kinerja positif ini terutama didorong oleh peningkatan penerimaan bea keluar, yang menjadi salah satu komponen utama dalam penerimaan kepabeanan dan cukai. Peningkatan ini sangat terlihat pada ekspor produk sawit yang mengalami lonjakan hingga 852,9 persen YoY dengan total penerimaan mencapai Rp 5,3 triliun.

Lonjakan tersebut menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekspor komoditas unggulan Indonesia, khususnya kelapa sawit, tetap terjaga meskipun terdapat dinamika yang terjadi di pasar global. Hal ini menjadi kabar baik bagi produsen dan petani sawit di Indonesia, yang selama ini bergantung pada pasar internasional untuk memasarkan produk mereka.

Peningkatan penerimaan ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing komoditas unggulan di pasar global. Di tengah berbagai isu seperti keberlanjutan dan dampak lingkungan, industri kelapa sawit Indonesia terus beradaptasi untuk memenuhi standar internasional, yang semakin ketat.

Dengan adanya pertumbuhan penerimaan yang signifikan, diharapkan akan ada peningkatan investasi dalam sektor-sektor terkait, termasuk infrastruktur dan teknologi, untuk mendukung keberlanjutan dan produktivitas industri kelapa sawit di masa depan. Ini juga penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat yang bergantung pada sektor ini.

Ke depan, Bea Cukai berkomitmen untuk terus memantau dan meningkatkan kinerjanya, agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. Peningkatan penerimaan ini memberikan harapan bagi pembangunan ekonomi Indonesia, terutama di sektor-sektor yang berpotensi meningkatkan ekspor.

Sumber:

  • Realisasi Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 526 Triliun — Kompas (2025-03-19)