Penurunan Harga Tandan Buah Segar di Riau: Dampak dan Solusi

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau mengalami penurunan signifikan, mempengaruhi para petani mitra serta kebijakan harga yang diterapkan oleh Dinas Perkebunan.
Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terus terjadi di Provinsi Riau, dengan angka terbaru menunjukkan penurunan sebesar 4,05% untuk kelompok umur 9 tahun. Hal ini tercatat dalam rapat penetapan harga yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga pada tanggal 17 Juni 2025. Harga untuk TBS umur 9 tahun sekarang berada pada Rp3.160,49 per kilogram, setelah mengalami penurunan sebesar Rp133,40 per kilogram dari minggu sebelumnya.
Di sisi lain, petani mitra plasma di Provinsi Sumatera Utara juga merasakan dampak serupa, di mana harga TBS mereka menurun hingga mencapai level Rp2.000 per kilogram. Penurunan ini terjadi pada kategori usia tanam 10-20 tahun, yang seharusnya menjadi kategori premium, bahkan mengalami penurunan hingga Rp78,73 per kilogram. Data menunjukkan bahwa sejak akhir Mei hingga pertengahan Juni, harga TBS mitra plasma terus merosot, menandakan tren negatif yang berkelanjutan dalam industri kelapa sawit.
Dalam periode yang sama, harga penjualan minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (PK) juga mengalami penurunan. Hal ini tentunya berimbas pada harga pembelian TBS dari para petani, baik mitra plasma maupun mitra swadaya. Dinas Perkebunan Riau menginformasikan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari kajian menyeluruh yang dilakukan oleh tim terkait, dan harga baru ditetapkan secara transparan berdasarkan hasil analisis.
Selain isu harga, terdapat upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan di sekitar lahan kelapa sawit. Di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, program tumpang sari dengan penanaman jagung dan tanaman pangan lainnya mulai diterapkan. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara masyarakat dan jajaran kepolisian setempat, sebagai salah satu bentuk optimalisasi lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif. Kapolsek Ngabang, AKP Zuanda, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kunjungan lapangan yang dilakukan peserta pelatihan SDM-PKS PT Daya Guna Lestari juga menunjukkan komitmen dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang budidaya kelapa sawit. Dengan mengunjungi area operasional perkebunan, peserta pelatihan dapat belajar langsung mengenai proses penanaman dan pemeliharaan kelapa sawit, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas di masa mendatang.
Dengan penurunan harga TBS yang signifikan, penting bagi seluruh stakeholder di industri kelapa sawit untuk bersama-sama mencari solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan ini. Baik melalui inovasi dalam praktik pertanian, peningkatan kualitas produk, maupun kolaborasi antar lembaga, diharapkan industri kelapa sawit di Indonesia dapat tetap berdaya saing dan berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal.
Sumber:
- Harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya di Riau Turun 4,05% โ Sawit Indonesia (2025-06-18)
- Harga TBS Mitra Plasma di Level Rp 2.000 Semakin Banyak pada Periode 18-24 Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-06-18)
- Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 18-24 Juni 2025 Turun Rp133,4 per Kg โ Info Sawit (2025-06-18)
- Melorot Harga CPO dan PK Mitra Plasma dan Mitra Swadaya Riau Periode 18 โ 24 Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-06-18)
- Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Riau Periode 18 โ 24 Juni 2O25 Mengalami Penurunan Harga โ Sawit Indonesia (2025-06-18)
- Fieldtrip ke PT Sutopo Lestari Jaya: Peserta Pelatihan SDM-PKS PT Daya Guna Lestari Pelajari Langsung Proses di Lapangan โ Hai Sawit (2025-06-18)
- Tumpang Sari Jagung Sawit Memperkuat Ketahanan Pangan โ Sawit Indonesia (2025-06-18)