Perdagangan Indonesia dan Uzbekistan Meningkat Pesat: Target Ambisius di Masa Depan

Eddy Martono memberikan pidato dalam acara GAPKI, membahas isu-isu terkini industri kelapa sawit Indonesia.
Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan terus menunjukkan perkembangan yang positif, dengan target transaksi mencapai USD 500 miliar.
Hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uzbekistan mengalami perkembangan yang sangat positif dalam beberapa waktu terakhir. Pada tahun 2024, total ekspor Indonesia ke Uzbekistan tercatat mencapai USD 25,78 juta, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 57,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk utama yang diekspor meliputi margarin, minyak sayur, kopi, kopra, dan tembakau, menunjukkan keragaman produk yang dimiliki Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar Uzbekistan.
Data menunjukkan bahwa total volume perdagangan antara kedua negara pada tahun 2024 mencapai USD 147,65 juta, meningkat sebesar 4,67 persen dibandingkan tahun 2023. Tren perdagangan selama lima tahun terakhir mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,2 persen, yang menandakan adanya penguatan hubungan perdagangan yang semakin erat.
Dalam konteks ini, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan target ambisius untuk meningkatkan nilai transaksi perdagangan dengan Uzbekistan menjadi 500 miliar dollar AS, setara dengan sekitar Rp 8.177 triliun. Target ini disampaikan setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri Uzbekistan, Bakhtiyor Saidov, yang berlangsung di Jakarta pada awal Februari 2025.
- Tren Surplus Perdagangan Indonesia dan Dominasi Produksi Pangan Global di 2025 (23 Februari 2026)
- Kenaikan Pajak Impor CPO India: Tantangan Baru bagi Ekspor Minyak Sawit Indonesia (22 Februari 2026)
- Kesempatan dan Tantangan dalam Industri Kelapa Sawit di Asia: Fokus pada UAE dan India (22 Februari 2026)
- Kemitraan Eropa dan Tantangan Pekerja Migran Indonesia di Sektor Sawit (23 Februari 2026)
Anindya menekankan bahwa pencapaian target tersebut bukan hanya mungkin, tetapi juga realistis, berkat potensi besar yang ada antara kedua negara. Selain produk kelapa sawit, sektor pariwisata juga diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan nilai perdagangan. Dalam acara Indonesia-Uzbekistan Business Forum yang diadakan di Jakarta, Anindya mengungkapkan optimisme mengenai masa depan kerjasama antara Indonesia dan Uzbekistan, dengan harapan dapat membuka lebih banyak peluang investasi dan perdagangan di berbagai sektor.
Secara keseluruhan, hubungan dagang yang semakin harmonis antara Indonesia dan Uzbekistan menunjukkan tidak hanya potensi ekonomi, tetapi juga peluang untuk memperkuat kerjasama bilateral di berbagai bidang. Melihat tren positif ini, langkah-langkah strategis akan diperlukan untuk memastikan bahwa target yang ditetapkan dapat tercapai dalam waktu dekat.
Sumber:
- Perdagangan Indonesia โ Uzbekistan Menunjukan Perkembangan Positif โ Sawit Indonesia (2025-02-12)
- Indonesia Uzbekistan Perkuat Dagang Transaksi Bisa Tembus Rp 8177 Triliun โ Kompas (2025-02-12)