BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Teknologi & Inovasi

Perkembangan Terbaru di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia

22 Februari 2026|Keberlanjutan dan ketahanan pangan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Perkembangan Terbaru di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Berbagai inisiatif dan perkembangan terbaru dalam industri kelapa sawit Indonesia menunjukkan upaya menuju keberlanjutan dan ketahanan pangan.

Indonesia terus berupaya memperkuat sektor perkebunannya, khususnya dalam industri kelapa sawit. Berbagai pencapaian dan inisiatif baru menunjukkan komitmen para pelaku usaha dan pemerintah dalam menghadapi tantangan global serta meningkatkan ketahanan pangan.

Perkumpulan Pekebun Sawit Ketapang (PPSK) di Kalimantan Barat baru saja meraih keberhasilan signifikan dengan menyelesaikan audit Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) setelah tiga tahun usaha. Audit yang dilaksanakan pada Desember 2024 ini menandai langkah penting bagi 1.223 petani anggota PPSK, yang merupakan gabungan dari 12 kelompok tani. Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas produksi sawit mereka di pasar global dan mendukung prinsip keberlanjutan dalam pertanian.

Sementara itu, di Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi mendorong pengembangan padi gogo di lahan perkebunan kelapa sawit. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah yang selama ini lebih banyak berfokus pada produksi kelapa sawit. Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, mengungkapkan bahwa pengembangan ini memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah bagi para petani dan memperkuat ketahanan pangan regional.

Di Riau, dukungan terhadap program ketahanan pangan juga ditunjukkan oleh Kapolda Riau, Irjen Mohammad Iqbal, yang bersama pemerintah daerah melakukan penanaman jagung di lahan kelapa sawit. Kegiatan ini dilakukan di Desa Kampar dan melibatkan kerja sama yang erat antara Polri dan TNI dalam mendukung ketahanan pangan. Penanaman jagung di lahan perkebunan ini diharapkan dapat menciptakan diversifikasi produk pertanian di tengah dominasi kelapa sawit.

Dari sisi harga, perkembangan terkini menunjukkan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Riau mengalami kenaikan tipis dalam periode 22 Januari hingga 4 Februari 2025. Meskipun mengalami penurunan untuk beberapa kategori, harga TBS sawit di Riau masih bersaing dengan harga di provinsi lain, seperti Kalimantan Tengah yang mencatatkan harga TBS sebesar Rp3.261,50. Hal ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah dan pentingnya pemantauan harga bagi petani.

Keberhasilan PPSK dan inisiatif pengembangan padi gogo di lahan perkebunan menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan di sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan dan diversifikasi usaha. Langkah-langkah ini menjadi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan permintaan pasar yang semakin beragam.

Sumber:

  • PPSK Gabungan 12 Poktan di Ketapang Rampungkan Audit RSPO dalam 3 Tahun โ€” Info Sawit (2025-01-21)
  • Pemprov Kaltim Mendorong Pengembangan Padi Gogo di Lahan Perkebunan โ€” Sawit Indonesia (2025-01-21)
  • Kapolda-Pj Sekda Riau Tanam Jagung di Kampar Dukung Program Ketahanan Pangan โ€” Detik (2025-01-21)
  • Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 22 Januari โ€“ 4 Februari 2025 Naik Tipis โ€” Info Sawit (2025-01-21)
  • Harga TBS Prov. Kalimantan Tengah Dihargai Rp3.261,50,- โ€” Sawit Indonesia (2025-01-21)