Pertamina NRE Kembangkan Pabrik Biometanol, Dukung Hilirisasi Sawit

Pejabat pemerintah meninjau pabrik hilirisasi sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit di Indonesia.
Pertamina NRE akan membangun pabrik biometanol dari limbah sawit, mendukung hilirisasi dan inovasi produk UMKM di Indonesia.
(2026/04/24) Indonesia segera memiliki pabrik biometanol berbasis limbah sawit dengan kapasitas awal 50 ton per tahun. Proyek ini merupakan inisiatif dari Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk mendorong energi hijau dan dekarbonisasi di Tanah Air.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, mengungkapkan bahwa produksi biometanol dari Palm Oil Mill Effluent (POME) ditargetkan dapat dimulai pada akhir 2026 atau awal 2027. "Harapannya, biometanol dari biogas atau POME yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dapat dihasilkan dalam jumlah tersebut," ujarnya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia.
Pengembangan pabrik ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah limbah kelapa sawit, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Dalam konteks yang lebih luas, pertumbuhan industri biometanol ini akan mendukung transformasi energi nasional menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
- Tantangan dan Peluang dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia: Dari Kebakaran hingga Inovasi Berkelanjutan (22 Februari 2026)
- Tantangan Traceability dan Baku Mutu Limbah di Industri Sawit Indonesia (20 April 2026)
- Inovasi Berkelanjutan: Limbah Sawit Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Alternatif BBM (7 April 2026)
- Inovasi dan Kolaborasi di Industri Sawit, Pabrik SPOT Segera Hadir (14 April 2026)
Selain itu, upaya hilirisasi sawit juga terlihat dalam kegiatan yang diadakan oleh AKPY-STIPER. Workshop UMKM Sawit Jogja 2026 berhasil mengumpulkan 250 peserta dari berbagai kalangan untuk membahas inovasi produk berbasis kelapa sawit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pelaku usaha dalam memanfaatkan produk turunan sawit yang bernilai tambah.
Ketua Pelaksana Workshop, Dr. Idum Satia Santi, menyatakan bahwa semangat peserta sangat tinggi. "Mereka aktif dalam sesi praktik pembuatan produk berbahan baku sawit, menunjukkan minat besar dalam pengembangan usaha ini," ungkapnya. Inisiatif semacam ini penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dan meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar global.
Pameran Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 di Palembang juga menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk menjajaki peluang bisnis baru. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun komunikasi bisnis dan membuka kemitraan yang lebih luas, yang juga mencakup sektor kelapa sawit. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menekankan pentingnya pameran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan berbagai inisiatif yang sedang berkembang, industri sawit Indonesia menunjukkan komitmennya untuk bertransformasi menuju sektor yang lebih ramah lingkungan dan inovatif. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada perekonomian nasional tetapi juga mengarah pada pengembangan produk yang lebih berkelanjutan. Seperti yang diungkapkan John Anis, "Melalui inovasi dan teknologi, kita bisa menjadikan limbah sawit sebagai sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri."
Sumber:
- RI Bakal Punya Pabrik BBM Limbah Sawit, Bisa untuk Kapal-Pembangkit! β CNBC
- AKPY-STIPER Dorong Hilirisasi Sawit Melalui Inovasi Produk UMKM β SINDOnews
- Pertamina NRE Akan Bangun Pabrik Biometanol Berbasis Limbah Sawit Berkapasitas Awal 50 Ton per Tahun β Sawit Indonesia
- BPDP Promosikan Kebaikan Sawit dan Produk Turunannya untuk UMKM β Sawit Indonesia