BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Perdagangan

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

23 Februari 2026|Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

Prabowo memberikan pidato penting tentang industri kelapa sawit di depan latar belakang bendera Merah Putih.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa meski pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat, kinerja ekonomi tetap resilien berkat konsumsi rumah tangga yang terjaga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah tantangan ketidakpastian global, meskipun pertumbuhannya mencatatkan pelambatan. Dalam keterangan resminya, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 4,87 persen year on year (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan 5,02 persen di triwulan IV 2024 dan 5,11 persen pada triwulan I 2024.

Sri Mulyani menyatakan, meskipun ada pelambatan, konsumsi rumah tangga tetap terjaga dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Ia menjelaskan bahwa insentif dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta terjangkaunya harga pangan telah membantu menjaga daya beli masyarakat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 4,89 persen, didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat saat libur tahun baru.

Dalam analisisnya, Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya peran APBN dalam mendukung program-program prioritas selama masa transisi pemerintahan baru. Menurutnya, meskipun tantangan global seperti ketidakpastian politik dan ekonomi, Indonesia tetap mampu menunjukkan kinerja ekonomi yang resilien.

Di tengah kondisi global yang tidak menentu, pemerintah Indonesia berusaha untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dengan mengoptimalkan berbagai kebijakan fiskal dan program-program sosial yang dirancang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Sri Mulyani meyakini bahwa langkah-langkah yang diambil akan mampu memperkuat perekonomian domestik dan mengurangi dampak dari faktor eksternal.

Sementara itu, dalam konteks yang lebih luas, pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat ini juga mencerminkan tantangan yang dialami oleh banyak negara di dunia. Dengan adanya ketidakpastian yang terus berlanjut, pemerintah perlu tetap waspada dan responsif terhadap perubahan yang dapat mempengaruhi perekonomian nasional.

Dalam menghadapi tantangan ke depan, Sri Mulyani menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik, serta meningkatkan inovasi dan produktivitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sumber:

  • Ogah Sebut Ekonomi Melambat, Menkeu: Masih Resilien di Tengah Ketidakpastian Global โ€” MetroTV (2025-05-06)
  • Respons Sri Mulyani Ekonomi RI Cuma Tumbuh 4,78 Persen: Cukup Resilien โ€” CNN (2025-05-06)