Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan Sawit Meningkat Pesat di 2024

Gambar menunjukkan minyak goreng berkualitas tinggi, produk hilir penting dari industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.
Industri kelapa sawit Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan pada pendapatan perusahaan-perusahaan utama di sektor ini, didorong oleh harga yang meningkat dan volume penjualan yang baik.
Industri kelapa sawit Indonesia menunjukkan geliat positif di tahun 2024, dengan pendapatan dari perusahaan-perusahaan terkemuka mengalami peningkatan yang signifikan. PT Cisadane Sawit Raya Tbk dan PT Sumber Tani Agung Resources Tbk, dua pemain utama di sektor ini, melaporkan pertumbuhan pendapatan yang mengesankan, didorong oleh kenaikan harga dan volume penjualan yang stabil.
PT Cisadane Sawit Raya Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 21,8% menjadi Rp1,07 triliun, dibandingkan dengan Rp875,51 miliar pada tahun sebelumnya. Direktur Keuangan & Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja, menyatakan bahwa kenaikan ini didorong oleh peningkatan kuantitas penjualan minyak kelapa sawit (CPO) yang memiliki nilai tambah, serta naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan. Meskipun mengalami penurunan produktivitas tandan buah segar (TBS) akibat gangguan cuaca dan serangan penyakit ganoderma, perusahaan tetap optimis dengan strategi penetapan harga dan efisiensi operasional yang akan diterapkan ke depan.
Di sisi lain, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) juga merasakan dampak positif dari tingginya harga sawit sepanjang tahun 2024. Pendapatan perusahaan ini meningkat 21,83% menjadi Rp6,43 triliun, dibandingkan dengan Rp5,28 triliun pada tahun 2023. Segmen produk minyak sawit menjadi kontributor utama dengan sumbangan sebesar Rp5,08 triliun atau sekitar 78,95% dari total penjualan. Produk minyak inti sawit dan inti sawit juga berkontribusi signifikan, masing-masing sebesar Rp939,72 miliar dan Rp246,72 miliar.
- Industri Sawit Melangkah Menuju Pangan Berkelanjutan dan Ekonomi Berdaya Saing (8 Maret 2026)
- Industri Sawit Perketat Keamanan dan Manfaatkan Limbah Jadi Produk Bernilai (24 Maret 2026)
- Ekspor Produk Olahan Sawit dan Nikel Meningkat Signifikan di Januari 2026 (5 Maret 2026)
- Sawit Sumbermas Sarana Catat Laba Rp1,16 Triliun di Tengah Dinamika Industri (1 April 2026)
Meskipun beban pokok penjualan STAA turut meningkat sebesar 9,86% menjadi Rp4,25 triliun, laba bersih perusahaan melonjak hingga 88,04%. Kenaikan laba ini mencerminkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi tantangan, serta kemampuan untuk memanfaatkan kondisi pasar yang menguntungkan.
Secara keseluruhan, kedua perusahaan menunjukkan bahwa sektor kelapa sawit di Indonesia masih memiliki potensi yang besar, meskipun tetap harus menghadapi tantangan dari faktor eksternal seperti cuaca dan penyakit. Pertumbuhan pendapatan yang signifikan ini menjadi indikator positif bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam industri ini.
Sumber:
- “Berkat Volume Penjualan, Pendapatan Cisadane Sawit Raya Tumbuh 21,8% Menjadi Rp 1,07 Triliun” — Sawit Indonesia (2025-03-24)
- “STA Resources Cetak Pendapatan Rp6,43 Triliun, Laba Bersih Melonjak 88,04%” — Sawit Indonesia (2025-03-24)