Petani Sawit di Bengkulu Utara Didorong Perkuat Kemitraan dengan PKS untuk Stabilitas Harga

Petani sedang memanen tandan buah segar kelapa sawit di kebun, menunjukkan proses penting dalam industri kelapa sawit Indonesia.
Dinas Perkebunan Bengkulu Utara mendorong petani sawit untuk menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit demi menjaga stabilitas harga tandan buah segar dan meningkatkan kesejahteraan.
(2025/07/02) Dinas Perkebunan Bengkulu Utara mendorong petani sawit untuk menjalin kemitraan yang lebih erat dengan pabrik kelapa sawit (PKS). Upaya ini dianggap krusial dalam menjaga harga tandan buah segar (TBS) agar tetap stabil, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, Desman Siboro, melalui Kepala Bidang Bina Usaha, Safaruddin, menekankan pentingnya kemitraan antara petani dan PKS. Menurutnya, banyak keuntungan yang bisa diperoleh apabila petani menjalin kerja sama yang baik dengan pabrik. "Dengan kemitraan ini, petani akan mendapatkan harga TBS yang lebih baik, yang tentunya akan berdampak positif pada pendapatan mereka," ujarnya.
Safaruddin juga menyoroti bahwa tanpa adanya kemitraan, banyak petani yang terpaksa menjual TBS mereka kepada tengkulak. Harga yang ditawarkan oleh tengkulak sering kali tidak sesuai dengan harapan petani, sehingga mereka kehilangan potensi pendapatan yang lebih tinggi. Dengan bekerja sama langsung dengan PKS, petani diharapkan dapat menghindari praktik tersebut dan menikmati harga jual yang lebih menguntungkan.
- Pelanggaran Hukum oleh Perusahaan Sawit: Dampak pada Petani di Sulawesi (22 Februari 2026)
- Kesejahteraan Petani Sawit Terancam: Dari Utang Hingga Penyetopan Aktivitas (7 Maret 2026)
- Mendorong Kemajuan Petani Kelapa Sawit di Jawa Timur (22 Februari 2026)
- Peningkatan Premi untuk Petani Mitra: Upaya Berkelanjutan PT Sahabat Mewah dan Makmur (22 Februari 2026)
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi petani sawit di pasar, terutama mengingat fluktuasi harga yang sering kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, harga TBS mengalami ketidakstabilan yang berpengaruh pada pendapatan petani. Oleh karena itu, pembentukan kemitraan yang solid diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif tersebut.
Inisiatif ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing petani sawit. Dengan dukungan dari Dinas Perkebunan, petani akan lebih teredukasi mengenai praktik terbaik dalam budidaya kelapa sawit serta pentingnya kolaborasi dengan PKS.
Melalui penguatan kemitraan ini, diharapkan petani tidak hanya mendapatkan harga TBS yang stabil, tetapi juga akses yang lebih baik terhadap teknologi dan informasi yang dapat membantu meningkatkan hasil panen mereka.
Sejalan dengan itu, masyarakat dan pelaku industri kelapa sawit juga diingatkan akan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan sektor ini, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Kemitraan yang baik antara petani dan PKS dapat menjadi model yang efektif untuk menciptakan ekosistem kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.
Sumber:
- Disbun Bengkulu Utara Dorong Petani Sawit Perkuat Kemitraan dengan PKS demi Stabilitas Harga TBS — Hai Sawit (2025-07-02)