BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Biodiesel & BBN

Proyeksi Harga CPO Positif di Tengah Penurunan Stok Minyak Sawit Malaysia

15 April 2026|Kenaikan Mandat Biodiesel Malaysia
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Proyeksi Harga CPO Positif di Tengah Penurunan Stok Minyak Sawit Malaysia

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Kenaikan mandat biodiesel Malaysia kemungkinan mendukung harga CPO meskipun stok minyak sawit diproyeksi turun akibat meningkatnya ekspor dan konsumsi domestik.

(2026/04/15) Proyeksi harga crude palm oil (CPO) menunjukkan tanda-tanda positif seiring dengan rencana Malaysia untuk meningkatkan mandat pencampuran biodiesel dari B10 ke B15. CIMB Securities Sdn Bhd menilai langkah ini dapat memberikan dorongan kecil terhadap harga CPO, meskipun dampaknya di jangka pendek diperkirakan tidak signifikan. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Kenaikan mandat biodiesel ini diharapkan dapat memperkuat permintaan minyak sawit, terutama bagi perusahaan perkebunan yang memiliki eksposur pada biodiesel. Meskipun implementasinya dimulai dari B12, peningkatan ini mencerminkan langkah Malaysia dalam mengatasi tantangan energi. Namun, dampak langsung terhadap pasar minyak sawit mungkin akan berlangsung secara bertahap.

Di sisi lain, stok minyak sawit Malaysia diperkirakan akan mengalami penurunan pada bulan April 2026. Laporan terbaru menunjukkan bahwa persediaan minyak sawit diproyeksikan turun sekitar 1% secara bulanan menjadi 2,24 juta ton. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor dan konsumsi domestik yang lebih tinggi dibandingkan dengan produksi dan impor.

Meskipun ada proyeksi penurunan stok, data awal menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit mengalami penurunan 30,7% pada 10 hari pertama bulan April, mencapai 402.916 ton. Penurunan ini mungkin dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi global. Harga gasoil ICE melonjak hingga 71% menjadi US$1.246 per ton, sementara harga minyak mentah Brent juga mengalami kenaikan.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan dalam bentuk penurunan ekspor, rencana peningkatan mandat biodiesel dapat memberikan dukungan bagi harga CPO ke depan. Kondisi ini menciptakan dinamika pasar yang menarik, terutama dengan fluktuasi harga energi yang dapat memengaruhi biaya produksi dan permintaan minyak sawit secara keseluruhan. Seperti yang diungkapkan oleh seorang analis, β€œKondisi pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan kebijakan dalam negeri yang sedang dikembangkan.”

Sumber: