BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Korporasi & Bisnis

Strategi Berkelanjutan dan Peningkatan Harga TBS Sawit di Indonesia

22 Februari 2026|Strategi berkelanjutan kelapa sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Strategi Berkelanjutan dan Peningkatan Harga TBS Sawit di Indonesia

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Pemerintah daerah di Indonesia berupaya mengembangkan industri kelapa sawit yang ramah lingkungan sambil mencatatkan peningkatan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.

Di tengah tantangan global terkait keberlanjutan, Pemerintah Kabupaten Buton mengambil langkah proaktif dengan merumuskan strategi pengelolaan kelapa sawit yang ramah lingkungan. Dalam acara Uji Publik Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Buton Tahun 2024, berbagai pihak terkait berkumpul untuk membahas rencana tersebut. Sekretaris Daerah Buton, Asnawi Jamaluddin, menekankan pentingnya visi keberlanjutan dalam pengelolaan sawit, yang tidak hanya bermanfaat bagi perekonomian lokal, tetapi juga untuk menjaga lingkungan.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengelola 10.740 hektare perkebunan sawit dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sawit Buton di pasar global, yang saat ini semakin menuntut praktik pertanian yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta dalam mengimplementasikan praktik terbaik dalam budidaya kelapa sawit.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, perkembangan positif lain terjadi dengan peningkatan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Berdasarkan informasi terbaru dari Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Kalbar, harga sawit umur 10-20 tahun telah mencapai Rp 3.569,21 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar Rp 8,14 per kilogram. Kenaikan harga ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi petani sawit di daerah tersebut, yang selama ini menghadapi tantangan dalam meningkatkan pendapatan mereka.

Harga sawit di Kalbar juga bervariasi berdasarkan umur tanaman, dengan sawit umur 3 tahun dihargai Rp 2.266,67 per kilogram, dan terus meningkat mengikuti pertambahan usia hingga mencapai harga tertinggi pada kategori umur 21 tahun yang mencapai Rp 3.506,94 per kilogram. Dengan harga yang stabil dan meningkat, petani diharapkan dapat lebih berinvestasi dalam praktik pertanian yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh Kabupaten Buton.

Secara keseluruhan, dua inisiatif ini menunjukkan sinergi antara peningkatan praktik pertanian berkelanjutan dan keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh oleh para petani. Dengan dukungan dari pemerintah dan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, industri kelapa sawit di Indonesia berpotensi untuk tumbuh secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Sumber:

  • Pemkab Buton Susun Strategi Perkebunan Sawit Ramah Lingkungan โ€” Hai Sawit (2024-12-21)
  • Harga TBS Sawit Kalbar Periode III-Desember 2024 Tertinggi Rp 3.569,21 per Kg โ€” Info Sawit (2024-12-21)