Swasembada Pangan: Peluang Hemat Devisa Negara Hingga USD 5,2 Miliar

Eddy Abdurrachman menyampaikan pidato mengenai program BPDP untuk pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya swasembada pangan untuk menghemat devisa negara hingga USD 5,2 miliar, dengan fokus pada empat komoditas utama.
Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mencapai swasembada pangan yang diharapkan dapat menghemat devisa negara hingga USD 5,2 miliar. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan di Surabaya, Jawa Timur, pada awal Januari 2025. Dalam pertemuan tersebut, Budi menyoroti empat komoditas utama yang menjadi fokus, yaitu beras, gula, jagung, dan garam.
Menurut Budi, penghematan devisa tersebut dapat tercapai jika Indonesia berhasil melakukan swasembada terhadap komoditas-komoditas tersebut. Dia menegaskan, selama ini, impor keempat komoditas ini memiliki nilai yang cukup besar dalam lima tahun terakhir. Namun, ada harapan bahwa tren impor, khususnya untuk gula dan garam, menunjukkan penurunan yang signifikan antara tahun 2020 hingga 2024.
Mendag Budi juga menyebutkan bahwa penghematan devisa yang dihasilkan dari swasembada pangan ini dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti penyediaan pupuk untuk pertanian dan kebutuhan sektor perikanan. Dengan dukungan dari Kementerian Perdagangan, implementasi dari program swasembada pangan ini diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
- Dampak Tarif 32 Persen AS terhadap Ekspor Sawit Indonesia: Tanggapan GAPKI dan Petani (22 Februari 2026)
- Dampak Kebijakan Tarif Trump Terhadap Sektor Industri dan Tenaga Kerja Indonesia (22 Februari 2026)
- Dampak Kebijakan Tarif Trump terhadap Sektor Kelapa Sawit Indonesia (22 Februari 2026)
- Kelapa Sawit: Komoditas Strategis dan Tantangan Kebijakan Ekspor (23 Februari 2026)
Dalam konteks ini, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi dalam negeri agar ketergantungan pada impor dapat berkurang. Ketersediaan pangan yang stabil dan cukup menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional. Budi Santoso menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta sinergi dengan para petani dan pelaku usaha untuk mencapai tujuan ini.
Dengan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan, diharapkan Indonesia tidak hanya bisa mencapai swasembada pangan, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian negara. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi defisit neraca perdagangan yang selama ini menjadi perhatian.
Sumber:
- Swasembada Pangan Dapat Menghemat Devisa Hingga USD 5,2 Miliar โ Sawit Indonesia (2025-01-08)
- Mendag: Swasembada Pangan Komoditas Ini Bisa Hemat Devisa Negara US$ 5,2 Miliar โ Tempo (2025-01-08)