BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Berita Harian

Tragedi dan Kontroversi di Duren Sawit: Dari Kecelakaan Anak hingga Kesalahan Pendaftaran Sekolah

23 Februari 2026|Tragedi dan Kontroversi Duren Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Tragedi dan Kontroversi di Duren Sawit: Dari Kecelakaan Anak hingga Kesalahan Pendaftaran Sekolah

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Duren Sawit menjadi sorotan setelah insiden tragis seorang anak terjepit pagar dan kontroversi pendaftaran sekolah yang membingungkan. Berbagai peristiwa ini menunjukkan tantangan yang dihadapi masyarakat di kawasan tersebut.

Duren Sawit, Jakarta, baru-baru ini menjadi pusat perhatian masyarakat setelah terjadi insiden memilukan yang melibatkan seorang anak berusia enam tahun. Pada Rabu pagi, D, seorang bocah yang bersiap berangkat ke sekolah, terjepit di pagar pembatas lantai dua rumahnya. Kejadian ini mengundang respon cepat dari petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur.

Menurut Joko Prasetiyo, Kepala regu rescue dari Gulkarmat, pihaknya menerima laporan dari orangtua D setelah berusaha melakukan evakuasi mandiri selama satu jam tanpa hasil. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan tindakan untuk memperlebar celah teralis, sehingga kaki anak tersebut dapat dikeluarkan tanpa mengalami cedera serius. Proses evakuasi berlangsung lancar dan berhasil menyelamatkan D dari situasi yang berbahaya.

Di tengah suasana duka ini, muncul pula cerita lain dari Duren Sawit yang tidak kalah menarik perhatian. Maya, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Cipinang Muara, mengaku mengalami kesalahan saat mendaftarkan anaknya ke sekolah melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta. Alhasil, anaknya terdaftar di sekolah yang jauh dari tempat tinggal, yaitu di Duren Sawit, dan kini ia berharap anaknya tidak diterima di sekolah tersebut.

Maya menjelaskan bahwa ia awalnya ingin mendaftarkan anaknya di SD yang berdekatan dengan rumah, namun karena kesalahan klik, terpilih sekolah yang jaraknya cukup jauh. Kebingungan ini membuatnya mendatangi Posko SPMB di SMK Negeri 26 Jakarta untuk mencari solusi. Namun, menurut informasi yang diterimanya, ia harus menunggu hingga namanya tidak muncul di sistem sebelum bisa mendaftar lagi. Kondisi ini menambah beban pikiran bagi Maya, yang khawatir anaknya harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.

Selain peristiwa di Duren Sawit, Jakarta juga dihebohkan oleh kabar penyitaan uang tunai terbesar dalam sejarah oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Pada bulan Juni tahun lalu, Kejagung mengumumkan penyitaan uang pecahan Rp 100 ribu yang menggunung dan mencapai total Rp 11,8 triliun. Penyitaan ini menjadi sorotan karena jumlahnya yang sangat besar dan menggambarkan seriusnya upaya penegakan hukum terhadap korupsi di Indonesia.

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, menyatakan bahwa penyitaan tersebut adalah yang terbesar sepanjang sejarah. Uang hasil penyitaan ini dipamerkan dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Kejagung, Jakarta Selatan. Hamparan uang yang memenuhi ruangan tersebut menjadi simbol keberhasilan institusi dalam memberantas praktik korupsi yang merugikan negara.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Duren Sawit dan Jakarta secara keseluruhan mencerminkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Dari insiden yang melibatkan keselamatan anak-anak hingga kesalahan dalam sistem pendidikan, setiap kejadian memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sementara itu, upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah juga harus terus didorong untuk memastikan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber:

  • Gunungan Duit Rp 11,8 Triliun Jadi Sitaan Kejagung Terbesar Sepanjang Sejarah — Detik (2025-06-18)
  • Kaki Bocah di Duren Sawit Terjepit Pagar Pembatas Rumah — Kompas (2025-06-18)
  • Salah Klik Sekolah, Ibu di Cipinang Harap Anaknya Tak Lolos Masuk SD Duren Sawit — Kompas (2025-06-18)
  • Hendak Berangkat ke Sekolah, Kaki Anak Usia 6 Tahun Satu Jam Terjepit di Teralis Tanggah Rumah di Jaktim — TVOne (2025-06-18)