BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Berita Harian

Yusy Marie: Memperjuangkan Literasi Anak di Pedalaman Kalimantan Tengah

23 Juni 2025|Literasi Anak di Kalimantan Tengah
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Yusy Marie: Memperjuangkan Literasi Anak di Pedalaman Kalimantan Tengah

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Yusy Marie bertekad meningkatkan literasi di pedalaman Kalimantan Tengah melalui Rumah Baca Bahijau, sebuah inisiatif yang membawa pendidikan ke tempat yang terpinggirkan.

(2025/06/23) Indonesia menyaksikan upaya luar biasa dari Yusy Marie, seorang mantan jurnalis yang berkomitmen untuk meningkatkan literasi di kalangan anak-anak di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dengan mendirikan Rumah Baca Bahijau (RBB) pada tahun 2016, Yusy memiliki visi yang jelas: agar semua anak, termasuk mereka yang tinggal di daerah pedalaman, mendapatkan akses yang sama terhadap pendidikan.

Inspirasi Yusy untuk mendirikan RBB berakar dari pengalaman pribadinya saat bertugas sebagai jurnalis. Dalam laporan-laporannya, ia sering menjumpai realitas pahit di desa-desa terpencil yang terperangkap dalam konflik sosial dan lingkungan akibat penguasaan lahan oleh perusahaan. Melihat anak-anak di wilayah tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang layak menjadi pendorong bagi Yusy untuk bertindak. Ia ingin memastikan bahwa generasi mendatang tidak hanya mewarisi konflik, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengubah nasib mereka.

Melalui Rumah Baca Bahijau, Yusy dan timnya berusaha menghadirkan berbagai aktivitas belajar yang menarik dan edukatif. Mereka menyediakan buku-buku, pelajaran, dan kegiatan yang mendorong anak-anak untuk suka membaca dan belajar. Inisiatif ini tidak hanya memberikan akses terhadap literasi, tetapi juga menciptakan ruang aman bagi anak-anak untuk berekspresi dan berinteraksi.

Yusy mengungkapkan, “Literasi adalah kunci untuk membuka banyak pintu. Tanpa pendidikan yang memadai, anak-anak di sini akan kesulitan bersaing di dunia yang semakin kompleks.” Dengan semangat berkolaborasi, RBB juga melibatkan masyarakat setempat dan relawan untuk mendukung program-program belajar yang diadakan, sehingga menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam memajukan pendidikan.

Tantangan tetap ada, terutama dalam hal pendanaan dan dukungan dari pihak-pihak terkait. Namun, Yusy tetap optimis. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, impiannya untuk melihat anak-anak Kalteng mendapatkan pendidikan yang layak dapat terwujud. RBB kini menjadi harapan baru bagi banyak anak, termasuk mereka yang mungkin sebelumnya merasa terpinggirkan dari akses pendidikan.

Dengan langkah berani ini, Yusy tidak hanya membangun tempat belajar, tetapi juga menanamkan harapan dan semangat pada generasi muda di Kalteng. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana individu dapat berkontribusi dalam menciptakan perubahan sosial yang positif, terutama di bidang pendidikan.

Sumber:

  • Semangat Yusy Keliling Pedalaman Kalteng Demi Pemerataan Literasi — Detik (2025-06-23)