Situs ini hasil automasi. Seluruh artikel disusun otomatis dan bisa memuat kekeliruan. Tetap rujuk sumber asli yang tercantum di setiap artikel.

BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Deforestasi & Lahan

2.830 Hektare Lahan di Kotawaringin Barat Terbakar, Warga Kehilangan Kebun Sawit dan Mata Pencaharian

12 Oktober 2026|Kebakaran lahan sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
2.830 Hektare Lahan di Kotawaringin Barat Terbakar, Warga Kehilangan Kebun Sawit dan Mata Pencaharian

Kebun pembibitan sawit yang teratur menunjukkan upaya peningkatan produksi kelapa sawit di Indonesia untuk memenuhi permintaan global.

Kebakaran lahan di Kotawaringin Barat menghanguskan 2.830,18 hektare hingga 11 Oktober 2026, memusnahkan kebun sawit warga dan memicu upaya penanganan intensif BPBD setempat.

(2026/10/12) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, telah menghanguskan 2.830,18 hektare lahan sejak 1 Januari hingga 11 Oktober 2026 dan membuat sejumlah warga kehilangan kebun sawit sebagai sumber penghidupan.

Data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar dan SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan 23.779 titik panas tercatat di wilayah itu sepanjang periode 1 Januari–11 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 7.956 titik panas terjadi pada periode 1–11 Oktober dengan luas lahan terbakar 176,27 hektare yang termasuk dalam total kumulatif.

Warga di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, menjadi salah satu yang terdampak paling parah. Di wilayah itu tercatat 348 titik panas dan sekitar 50 hektare lahan terbakar pada periode 1–11 Oktober 2026, angka yang menggambarkan intensitas kebakaran lokal di kawasan permukiman dan lahan sawit rakyat.

Kotyo, warga Raja Seberang, melaporkan kehilangan kebun sawit seluas sekitar 3 hektare dan menyebut karhutla tahun ini sebagai yang terparah sejak 2007. Kerusakan tanaman dan lahan, menurut laporan warga, menyebabkan hilangnya hasil kebun sehingga menurunkan pendapatan keluarga dan menambah beban pemulihan yang memerlukan waktu.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Barat, Samuel, mencatat ada 562 kegiatan penanganan karhutla yang telah dilakukan sejak awal Januari hingga 11 Oktober 2026. Untuk periode 1–11 Oktober, BPBD melaporkan 69 kegiatan penanganan dengan luas penanganan tercatat 176,27 hektare, dan upaya pengendalian api tersebar di enam kecamatan: Arut Selatan, Arut Utara, Kotawaringin Lama, Kumai, Pangkalan Banteng, dan Pangkalan Lada.

Meski upaya pemadaman terus berjalan, laporan menyebutkan bahwa padamnya api tidak langsung menyelesaikan persoalan warga pemilik kebun. Tanaman yang rusak atau mati menghilangkan potensi panen dan pemulihan lahan bergantung pada tingkat kerusakan, yang berarti pendapatan petani sawit rakyat bisa terganggu untuk musim panen berikutnya.

Selain data titik panas dan luas lahan, catatan BPBD menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi wilayah yang lebih luas; BPBD melapor telah melakukan penanganan di enam kecamatan tersebut dan terus melaksanakan kegiatan pengawasan dan pencegahan untuk mencegah api meluas kembali. Rincian lebih lanjut terkait lokasi kebun warga yang terdampak, perkiraan waktu pemulihan lahan per hektare, atau kompensasi bagi korban belum dicantumkan dalam rilis BPBD.

Sumber:

Sumber asli

Artikel ini disusun otomatis. Periksa faktanya di berita asli berikut.

  1. 2.830 Hektare Lahan di Kobar Hangus, Warga Kehilangan Mata Pencaharian · detik.com