BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Amerika & Afrika

BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China

21 Juni 2026|BPDP ASPEKPIR Lepas Ekspor
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

BPDP dan ASPEKPIR melepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China, melibatkan tujuh koperasi dan diperkirakan memberi manfaat ekonomi bagi sekitar 2.800 anggota.

(2026/06/21) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) melepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China dari gudang PT Arra Setya Abadi di Belawan, Medan, Sumatera Utara pada Rabu (17/6/2026).

Pengiriman 28 ton lidi sawit itu berasal dari perkebunan di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh dan dikumpulkan oleh petani, UMKM, serta koperasi anggota ASPEKPIR melalui program pemberdayaan bersama BPDP. Menurut rilis acara, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promosi dan peningkatan nilai tambah produk samping serta limbah kelapa sawit yang dimulai BPDP sejak 2024.

Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono mengatakan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut program pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara. Ia menyatakan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, yang sambutannya dibacakan Anwar Sadat, menyampaikan bahwa berbagai workshop produksi lidi sawit telah digelar di Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasang Kayu, Sulawesi Barat untuk meningkatkan kapasitas petani dan memastikan kualitas produk memenuhi standar pasar ekspor.

PT Arra Setya Abadi, melalui Direktur Utama Ilham Setiadi, menyatakan pihaknya bersama ASPEKPIR dan didukung BPDP telah melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit sejak akhir 2024. Ilham menyebut permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus meningkat sehingga peluang pengembangan usaha masih terbuka luas bagi petani dan UMKM di wilayah sentra.

Setiyono menambahkan sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China dan kegiatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 2.800 anggota koperasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut mengapresiasi keberhasilan ekspor; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara diwakili oleh Tsarwah yang hadir pada acara tersebut.

BPDP menilai pengembangan lidi sawit memiliki peluang besar karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku ekspor maupun produk kerajinan yang dikerjakan UMKM. Dalam dokumen acara disebutkan program pemberdayaan meliputi pengumpulan bahan baku, pelatihan pengolahan, dan pendampingan standar kualitas untuk pasar ekspor yang telah berlangsung sejak 2024.

Secara operasional, pengiriman perdana ini menggunakan fasilitas gudang PT Arra Setya Abadi di Belawan sebagai titik konsolidasi, dan proses pendataan pemasok melibatkan tujuh koperasi anggota ASPEKPIR. Rangkaian workshop dan pendampingan yang disebut BPDP termasuk pelatihan teknis produksi lidi, quality control, serta pembinaan usaha mikro dan koperasi agar produk memenuhi tuntutan pasar Tiongkok.

Acara pelepasan ekspor dipandang sebagai bukti nyata konversi limbah menjadi produk bernilai tambah; BPDP dalam sambutannya menekankan dukungan terhadap kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat. Rincian volume ekspor selain 28 ton pada pengiriman perdana tidak disebutkan dalam rilis, namun program pendampingan disebutkan berjalan sejak 2024 dengan fokus pada peningkatan kapasitas di beberapa kabupaten sentra sawit.

Sumber: