BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat Bengkalis

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.
Pelatihan budidaya untuk pekebun Bengkalis digelar 10 Agustus 2026 untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat yang masih di kisaran 3โ3,3 ton/ha/tahun.
(2026/08/11) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Pekanbaru guna meningkatkan produktivitas pekebun asal Kabupaten Bengkalis, Riau.
Pelatihan yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 dan diikuti total 89 peserta setelah satu calon peserta meninggal dunia; awalnya tercatat 90 orang. Kegiatan dibagi dalam tiga kelas dan menargetkan peningkatan praktik budidaya di lahan pekebun swadaya.
Tulus Tri Margono, Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Direktorat Jenderal Perkebunan, mengatakan produktivitas sawit rakyat masih berada di kisaran 3,3 ton per hektare per tahun sementara potensi mencapai 5โ6 ton per hektare per tahun. Pernyataan itu menjadi dasar penekanan pelatihan pada perbaikan praktik budidaya, penggunaan sarana produksi yang tepat, dan pengelolaan kebun.
- BPDP dan Ditjenbun Dorong Pekebun Rokan Hilir Naik Kelas lewat Pelatihan Budidaya Sawit (31 Agustus 2026)
- Harga TBS Sawit Swadaya Sumut Menguat, Madina Catat Rp3.500/kg (4 September 2026)
- GAPKI: Produktivitas Petani Kunci Pertahankan Posisi Sawit Indonesia (9 Agustus 2026)
- BPDP Ajak Mahasiswa Kerjakan Riset Terapan untuk Genjot Produktivitas Sawit, Kakao, dan Kelapa (8 Agustus 2026)
Materi pelatihan mencakup sanitasi kebun, pemupukan berbasis analisis kebutuhan unsur hara, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pengelolaan serangga penyerbuk, serta penanganan tanaman tua. Direktorat Jenderal Perkebunan menilai perbaikan di aspek-aspek tersebut dapat menekan biaya produksi dan memperpanjang umur produktif tanaman jika implementasinya tepat.
Direktur Utama PT SIB, Andi Yusuf Akbar, mengatakan pelatihan berpadu antara materi kelas dan praktik lapangan untuk memastikan peserta dapat menerapkan teknik di kebun masing-masing. Sumber berita menyebutkan peserta diminta berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai persoalan spesifik di kebun, termasuk pemilihan bibit dan teknik pemupukan.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Khairul Ashri, menyatakan peningkatan kapasitas SDM pekebun harus dianggap sebagai investasi jangka panjang. Khairul menyebut pada 2026 sebanyak 496 SDM dari Kabupaten Bengkalis direkomendasikan untuk mengikuti program pelatihan, dan 274 orang dari jumlah itu mengikuti pelatihan budidaya kelapa sawit.
Kondisi lahan turut menjadi tantangan. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, menyampaikan produktivitas sawit rakyat di Riau masih di kisaran 3 ton lebih per hektare, dan sebagian areal di Bengkalis berada di kawasan gambut sehingga memerlukan teknik budidaya berbeda dibanding lahan mineral. Narasumber mengimbau pekebun dengan tanaman tua atau benih tidak bersertifikat untuk mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Pelatihan di Pekanbaru menekankan pula pentingnya analisis kebutuhan hara sebelum pemupukan dan deteksi dini hama serta penyakit untuk mencegah kerugian produksi. Dokumentasi acara menunjukkan kombinasi teori dan praktik sebagai metode utama transfer pengetahuan untuk mendorong perubahan praktik budidaya di lapangan.
Sumber: