BRIN Pamerkan Sepatu dari Limbah Sawit, Prabowo Minta Dikembangkan

Presiden Prabowo Berpidato
BRIN memamerkan sepatu karet hasil riset berbahan lokal dan limbah sawit yang dipuji Presiden Prabowo; teknologi cetak sekali jadi membuat harga produksi turun hingga Rp47.000 per pasang.
(2026/08/07) Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan Presiden Prabowo Subianto tertarik dan mendorong pengembangan sepatu karet hasil riset BRIN yang dibuat dari bahan karet lokal dan limbah sawit.
Arif menjelaskan sepatu itu dipamerkan dalam pameran hasil riset BRIN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dan mendapat perhatian langsung dari Presiden. Menurut Arif, Prabowo sempat memegang beberapa sepatu yang dipajang serta menekuknya untuk menguji kekuatan material.
Teknologi utama yang dipakai BRIN adalah one piece injection molding, yaitu proses cetak sekali jadi sehingga bagian atas dan sol menyatu tanpa penggunaan perekat. Arif mengatakan metode ini memungkinkan produksi yang konsisten dan menurunkan biaya manufaktur per pasang.
- Inovasi dan Kolaborasi di Industri Sawit, Pabrik SPOT Segera Hadir (14 April 2026)
- Tantangan Traceability dan Baku Mutu Limbah di Industri Sawit Indonesia (20 April 2026)
- Inovasi Sawit untuk Infrastruktur dan Citra Positif Industri (25 April 2026)
- Inovasi Energi Terbarukan dan Ekonomi Sirkular dalam Industri Sawit (16 April 2026)
BRIN juga memaparkan varian harga sepatu tersebut. Arif menyebut ada sepatu yang dibanderol kurang dari Rp75.000 per pasang, serta varian lain yang harganya Rp47.000 per pasang yang materialnya berasal dari limbah sawit. Arif menyatakan, "Satu lagi tadi Bapak Presiden juga sangat tertarik dengan sepatu ini. Ini sepatu, sepatu dari karet ya."
Penggunaan limbah sawit sebagai bahan baku hadir di tengah upaya diversifikasi pemanfaatan produk samping kelapa sawit. BRIN menyatakan bahwa pemanfaatan limbah ini bukan sekadar substitusi bahan baku, melainkan membuka peluang industri kecil dan menurunkan ketergantungan pada impor material karet sintetis.
Arif menegaskan arahan Presiden agar inisiatif tersebut dikembangkan lebih luas. Ia mengutip perintah langsung Prabowo bahwa proyek itu merupakan "industri rakyat yang harus juga dikembangkan." Pernyataan itu memberi sinyal dukungan pemerintah pusat terhadap riset yang bisa dikomersialkan untuk pasar domestik.
Langkah BRIN melibatkan penerapan teknologi cetak injeksi one piece diharapkan mempercepat transfer teknologi ke pengrajin dan pabrikan kecil. Menurut Arif, konsistensi produksi melalui metode ini memungkinkan skala produksi naik tanpa peningkatan proporsional biaya tenaga kerja untuk penyambungan bagian sepatu.
Pameran hasil riset di Istana menjadi kesempatan bagi BRIN untuk menunjukan beberapa prototipe dan harga jual yang dicapai pada tahap uji coba. Arif menyebutkan kembali harga varian Rp47.000 yang dipakai Wakil Kepala BRIN saat acara, serta varian di bawah Rp75.000, sebagai contoh potensi produk yang terjangkau bagi segmen sekolah dan masyarakat berpenghasilan rendah.
BRIN belum merinci target produksi massal, mitra manufaktur, atau timeline komersialisasi yang konkret dalam pernyataannya. Namun dukungan presiden dan penekanan pada sifat "industri rakyat" bisa mempercepat langkah kolaborasi dengan pelaku usaha kecil menengah dan lembaga pembiayaan yang mendukung hilirisasi sumber daya lokal.
Sumber: