BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Dinamika Harga CPO di Tengah Penurunan Impor Minyak Nabati India

23 Februari 2026|Harga CPO dan Impor India
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Dinamika Harga CPO di Tengah Penurunan Impor Minyak Nabati India

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Penurunan impor minyak nabati India dan kenaikan harga CPO domestik menciptakan ketidakpastian di pasar kelapa sawit Indonesia.

Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) di Indonesia menunjukkan tren stabil meski terdapat kekhawatiran dari pelaku industri terkait dengan kondisi pasar global. Data terbaru mencatat bahwa harga CPO mencapai Rp13.000 per kilogram, angka yang dinyatakan normal oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, mengungkapkan bahwa harga tersebut masih berada dalam kisaran rata-rata yang diharapkan, meski fluktuasi harga tetap dipengaruhi oleh pasokan minyak nabati lain di pasar internasional.

Di sisi lain, laporan dari Asosiasi Ekstraktor Solvent India (SEA) menunjukkan bahwa impor minyak nabati India, yang merupakan negara pengimpor terbesar di dunia, merosot ke level terendah dalam empat tahun terakhir. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh berkurangnya impor minyak sawit, yang tercatat turun hingga 24,29% dibandingkan bulan sebelumnya. Stok minyak nabati India yang menipis ini diprediksi akan meningkatkan permintaan minyak sawit dalam waktu dekat, yang berpotensi mendukung harga minyak sawit di Malaysia dan harga kedelai berjangka di AS.

Sementara itu, harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mengalami kenaikan, ditetapkan pada Rp13.422 per kilogram, meningkat sebesar 3,76% dalam satu hari. Kenaikan ini menunjukkan daya tarik pasar domestik yang tetap kuat meskipun ada tantangan dari tarif ekspor yang baru. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengkhawatirkan bahwa kenaikan pungutan ekspor dapat berdampak negatif terhadap harga tandan buah segar (TBS) petani, terutama di tengah kondisi harga CPO yang cenderung stagnan.

Dr. Gulat Manurung, Ketua Umum APKASINDO, menyatakan keprihatinannya terhadap kebijakan baru yang menaikkan tarif pungutan ekspor sawit. Beliau menegaskan bahwa kebijakan ini sangat tidak tepat diterapkan ketika harga CPO domestik sudah menunjukkan penurunan. Hal ini berpotensi membebani petani sawit yang sudah menghadapi tantangan dari fluktuasi harga dan produksi yang stagnan. Dalam konteks ini, stabilitas harga sangat penting untuk menjamin kelangsungan usaha petani kelapa sawit di Indonesia.

Melihat dinamika ini, pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap perubahan kebijakan dan kondisi pasar internasional yang dapat mempengaruhi harga CPO ke depan. Permintaan yang meningkat dari India dapat menjadi sinyal positif, namun tantangan domestik harus diatasi agar petani tidak semakin tertekan oleh kebijakan yang tidak mendukung.

Sumber:

  • Impor Minyak Nabati India Anjlok ke Level Terendah dalam Empat Tahun โ€” Kontan (2025-05-14)
  • Respons Pengusaha Sawit Usai Harga CPO Tembus Rp13.000 per Kilogram โ€” Bisnis Indonesia (2025-05-14)
  • Harga CPO KPBN Inacom Melonjak Pada Rabu (14 per 5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Menguat โ€” Info Sawit (2025-05-14)
  • Apkasindo: Pungutan Ekspor Naik, Harga Sawit Bakal Tertekan Sebesar Ini.. โ€” Sawit Indonesia (2025-05-14)