BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Impor Minyak Sawit India Turun 19% di Tengah Lonjakan Harga Global

2 April 2026|Impor minyak sawit India
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Impor Minyak Sawit India Turun 19% di Tengah Lonjakan Harga Global

Pelabuhan eksklusif ini sibuk dengan aktivitas ekspor CPO, mendukung peningkatan angka ekspor sawit Indonesia.

Impor minyak sawit India anjlok hampir 19% di Maret 2026 akibat lonjakan harga, menciptakan dampak signifikan bagi industri sawit global.

(2026/04/03) Impor minyak sawit India mengalami penurunan drastis pada Maret 2026, mencapai sekitar 689 ribu ton, atau turun hampir 19% dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak nabati global yang telah membebani margin pengolahan, sehingga banyak pelaku industri memilih menunda pembelian.

Penurunan impor ini menjadi yang terendah dalam tiga bulan terakhir, mengikuti tren peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) yang dipicu oleh kenaikan harga energi global. Situasi ini menekan pelaku pasar, karena biaya pengolahan minyak sawit kini menjadi negatif, dan importir lebih memilih untuk menunggu adanya koreksi harga sebelum melakukan transaksi.

Kepala eksekutif Sunvin Group, Sandeep Bajoria, mengungkapkan bahwa kenaikan harga global telah menciptakan ketidakpastian di pasar. Dia mencatat bahwa meskipun permintaan minyak sawit secara historis tinggi di India, langkah berhati-hati diambil oleh importir untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Menurutnya, hanya jika harga stabil dan kembali ke level yang wajar, pembelian yang signifikan bisa dilakukan.

Sementara itu, proyeksi untuk tahun pemasaran baru 2025/2026 menunjukkan bahwa impor minyak sawit India diperkirakan akan meningkat hampir 20% seiring dengan penurunan harga yang diharapkan. Harga yang lebih kompetitif dapat mendorong permintaan, terutama jika kondisi pasar global memberikan ruang bagi penurunan harga.

Di sisi lain, catatan dari beberapa sumber menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan impor saat ini, India pernah mencatatkan rekor tertinggi dalam impor minyak sawit dalam setahun. Lonjakan ini sebelumnya mendorong harga komoditas dan mengurangi stok di Indonesia dan Malaysia, yang merupakan dua negara penghasil utama minyak sawit.

Dengan dinamika yang terus bergerak, pelaku industri perlu tetap waspada terhadap fluktuasi harga dan permintaan. Seiring dengan perubahan yang terjadi, bagaimana strategi pembelian dan penjualan akan diadaptasi menjadi kunci bagi keberlangsungan industri sawit, baik di Indonesia maupun di tingkat global.

Sumber: