BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Deforestasi & Lahan

DPRD Berau dan Kepri Soroti Dampak Lingkungan Ekspansi Sawit

30 Maret 2026|Pengawasan limbah sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
DPRD Berau dan Kepri Soroti Dampak Lingkungan Ekspansi Sawit

Kebun sawit Indonesia mengalami kekeringan akibat kemarau, menyebabkan kekurangan air bagi tanaman sawit sesuai data BMKG.

DPRD Berau dan Kepri menyoroti dampak lingkungan dari ekspansi sawit, termasuk limbah dan krisis air, mendorong pengawasan dan evaluasi lebih ketat.

(2026/03/30) DPRD Berau dan DPRD Kepulauan Riau (Kepri) bersamaan menyoroti dampak lingkungan dari ekspansi perkebunan kelapa sawit. Di Berau, DPRD menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap limbah yang dihasilkan dari aktivitas sawit, sementara di Kepri, isu krisis air menjadi fokus utama, dengan desakan untuk mengevaluasi lahan sawit yang ada.

Pada sesi rapat yang berlangsung di Kabupaten Berau, DPRD mengungkapkan bahwa ekspansi perkebunan sawit telah memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Namun, di balik kontribusi tersebut, terdapat risiko lingkungan yang serius, terutama terkait dengan pengelolaan limbah yang belum sepenuhnya sesuai standar. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap industri sawit.

Sementara itu, di Kepri, Sekretaris Komisi II DPRD, Wahyu Wahyudin, menyoroti krisis air yang melanda wilayah tersebut. Ia menyatakan bahwa kekeringan yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan, termasuk ekspansi lahan sawit yang belum dievaluasi secara menyeluruh. Wahyu juga mengingatkan pentingnya reboisasi pasca-tambang dan pemulihan lahan untuk menjaga sumber daya air di daerah tersebut.

Data menunjukkan bahwa ekspansi lahan sawit di Indonesia terus meningkat. Pada 2025, luas lahan kelapa sawit di Indonesia mencapai lebih dari 14 juta hektar, menjadikannya sebagai salah satu komoditas unggulan. Namun, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pengelolaan limbah yang tidak memadai dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air, yang pada akhirnya berpotensi mengancam keberlanjutan ekosistem lokal.

Ke depan, kedua DPRD berharap agar pemerintah daerah dan pusat dapat lebih proaktif dalam mengevaluasi dampak lingkungan dari industri sawit. Pengawasan yang lebih ketat dan penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan. Selain itu, penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan juga dianggap perlu untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.

Wahyu menegaskan, β€œKita tidak bisa mengabaikan kondisi lingkungan hanya demi keuntungan ekonomi. Evaluasi lahan sawit harus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam di Kepri.” Pernyataan ini mencerminkan kesadaran yang meningkat di kalangan pembuat kebijakan tentang pentingnya perlindungan lingkungan dalam konteks pertumbuhan industri sawit.

Sumber: