BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Ekspor CPO Naik Signifikan di Tengah Penurunan Ekspor Batu Bara

22 Februari 2026|Kenaikan Ekspor CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Ekspor CPO Naik Signifikan di Tengah Penurunan Ekspor Batu Bara

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Meskipun ekspor batu bara Indonesia mengalami penurunan, ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya mencatatkan kenaikan signifikan pada Februari 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya mengalami lonjakan yang signifikan pada Februari 2025, mencapai USD 2,27 miliar. Ini merupakan nilai tertinggi sejak Agustus 2023, ketika ekspor mencapai USD 2,40 miliar. Kenaikan ini menjadi sorotan di tengah penurunan ekspor batu bara Indonesia, yang mencatatkan angka USD 2,09 miliar di bulan yang sama.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa nilai ekspor CPO meningkat 58,35% secara bulanan dan 89,54% secara tahunan. Volume ekspor CPO dan turunannya juga menunjukkan tren positif, dengan angka mencapai 2,06 juta ton, meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya 1,27 juta ton. Kenaikan ini mencerminkan permintaan tinggi terhadap produk kelapa sawit Indonesia di pasar internasional.

Sementara itu, ekspor batu bara Indonesia mengalami penurunan nilai signifikan, dari USD 2,17 miliar di Januari 2025 menjadi USD 2,09 miliar di Februari 2025. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan harga batu bara di pasar internasional yang mencapai level terendah sejak Mei 2021. Secara year on year, nilai ekspor batu bara Indonesia mengalami penurunan sebesar 19,73% dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat USD 2,60 miliar.

Perbandingan antara kedua komoditas ini menunjukkan dinamika yang menarik dalam sektor ekspor Indonesia. Di satu sisi, ekspor CPO yang melambung menunjukkan kekuatan pasar kelapa sawit, yang terus beradaptasi dan memenuhi permintaan global. Di sisi lain, sektor batu bara menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga yang tidak menentu.

Kenaikan ekspor CPO ini juga dapat diartikan sebagai peluang bagi industri kelapa sawit Indonesia untuk terus berkembang, sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan yang dihadapi oleh sektor lain, industri kelapa sawit tetap dapat berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia.

Dengan kondisi ini, para pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan momentum positif dari peningkatan ekspor CPO ini untuk memperkuat posisinya di pasar global, sambil terus memperhatikan dinamika yang terjadi di sektor batu bara. Dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan peningkatan daya saing juga menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di kedua sektor ini.

Sumber:

  • Ekspor Batu Bara RI Merosot, CPO Tertinggi Sejak Agustus 2023 โ€” Kumparan (2025-03-17)
  • Tertinggi Sejak 2023, Ekspor CPO dan Turunannya Melambung โ€” Kontan (2025-03-17)